BALIKPAPAN – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kalimantan Timur terus mengembangkan kasus dugaan peredaran narkotika yang diduga melibatkan jaringan lintas provinsi.
Kasus tersebut bermula dari penindakan terhadap WS, yang diketahui merupakan sopir Kepala DPPR Kota Balikpapan, bersama IN di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Gunung Sari Ilir, Balikpapan, pada 2 September 2026.
Dalam penindakan tersebut, petugas mengamankan satu unit Toyota Innova Zenix KT 1645 IN. Dari hasil pemeriksaan, polisi menemukan barang bukti narkotika berupa sekitar 2.924 gram bruto sabu dan kurang lebih 1.900 butir ekstasi.
Pengungkapan tersebut kemudian dikembangkan secara intensif oleh penyidik Ditresnarkoba Polda Kaltim. Hasil penyelidikan sementara mengarah pada dugaan adanya jalur pasokan narkotika dari Pekanbaru, Riau, menuju Balikpapan.
Narkotika tersebut diduga dikirim menggunakan jasa kargo pesawat sebelum masuk ke wilayah Kalimantan Timur.
Pengembangan perkara tidak berhenti di Balikpapan. Penyidik melakukan penelusuran ke sejumlah lokasi hingga wilayah Jakarta Selatan.
Dalam rangkaian pengembangan tersebut, polisi turut mengamankan AG alias B dan CJA. Dengan demikian, total terdapat empat orang yang telah diamankan dalam perkara tersebut.
Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim Kombes Pol Romylus Tamtelahitu mengatakan penyidikan masih terus dikembangkan untuk mengungkap jaringan tersebut secara menyeluruh.
Penyidik, kata dia, masih menelusuri jalur distribusi, asal-usul narkotika, hingga pihak yang diduga menguasai barang bukti dalam jaringan tersebut.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Dr Tedy Sopandi menegaskan proses penanganan perkara dilakukan berdasarkan fakta hukum dan alat bukti yang ditemukan penyidik.
Setiap dugaan keterlibatan pihak lain, termasuk pihak yang berkaitan dengan kendaraan yang digunakan dalam perkara, masih dalam tahap pendalaman.
Polda Kaltim juga menegaskan bahwa ditemukannya narkotika di dalam kendaraan dinas tidak serta-merta membuktikan keterlibatan pemilik maupun pejabat yang berhak menggunakan kendaraan tersebut.
Penyidik masih mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain berdasarkan alat bukti dan fakta hukum yang diperoleh selama proses penyidikan.
Pengembangan kasus ini menjadi bagian dari upaya Polda Kaltim membongkar jaringan peredaran narkotika yang memasok barang terlarang ke wilayah Kalimantan Timur.
Ditresnarkoba Polda Kaltim masih melakukan pengembangan untuk mengungkap seluruh mata rantai jaringan, termasuk jalur pasokan dan distribusi narkotika lintas provinsi.
