BONTANG – Program penyediaan fasilitas sekolah di Kota Bontang dipastikan kembali berjalan pada tahun ini. Setelah pembagian seragam, pemerintah juga menyiapkan bantuan sepatu bagi para pelajar.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang mengalokasikan anggaran sebesar Rp11,3 miliar untuk pengadaan sepatu dan tas bagi siswa jenjang SD dan SMP.
Rinciannya, pengadaan untuk siswa SMP mencapai sekitar 9.850 paket, sementara untuk SD sebanyak 19.970 paket. Seluruh penerima akan mendapatkan perlengkapan sekolah secara lengkap.
Berdasarkan laman Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) Inaproc, anggaran pengadaan sepatu mencapai Rp6,5 miliar, sedangkan tas sebesar Rp4,8 miliar.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menjelaskan bahwa proses pengadaan dilakukan melalui mekanisme e-katalog. Untuk pemenuhan kebutuhan dalam jumlah besar, pengadaan sepatu dan tas dilakukan melalui penyedia dari luar daerah.
Pasalnya, hingga saat ini belum terdapat pelaku usaha lokal yang mampu memenuhi kebutuhan dalam skala besar tersebut. Meski demikian, pelaku UMKM tetap dilibatkan dalam program pengadaan seragam sekolah.
“Untuk tas dan sepatu, kami berkontrak dengan pihak ketiga dan pengadaannya dari luar daerah,” ujarnya.
Program bantuan perlengkapan sekolah ini diharapkan dapat meringankan beban orang tua siswa, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.
Disdikbud juga mengharapkan dukungan dari pihak sekolah dalam proses distribusi, termasuk memastikan ukuran sepatu sesuai dengan kebutuhan siswa penerima.
“Kami berharap program ini dapat berjalan dengan baik sebagai bagian dari realisasi program Bunda Neni bersama Wakil Wali Kota Agus Haris,” pungkasnya. (*)
