RSUD Taman Husada Dampingi Pasien Rehabilitasi Medik dalam Pemulihan Bertahap

Redaksi Radarkaltim
3 Min Read

BONTANG – Instalasi Rehabilitasi Medik RSUD Taman Husada Bontang, melakukan pendampingan terhadap pasien dengan program terapi yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.

Pendampingan diberikan secara bertahap, dengan frekuensi dan lama terapi yang tidak selalu sama pada setiap pasien.

Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik, RSUD Taman Husada Bontang, Rahmawaty Dian menyampaikan, terapi umumnya dilakukan dua hingga tiga kali dalam sepekan. Namun, jumlah sesi dan lama program ditentukan berdasarkan jenis kasus serta perkembangan fungsi pasien.

“Programnya antara dua sampai tiga kali dalam seminggu. Dilihat kasusnya dulu, kasus apa. Jadi programnya disesuaikan, istilahnya tailor made, tidak bisa disamakan,” tuturnya.

Kata dia, pada kasus dengan keluhan ringan, program rehabilitasi dapat berlangsung lebih singkat. Misalnya, nyeri punggung bawah alias low back pain (LBP) akibat salah gerak setelah mengangkat barang dapat membaik setelah satu siklus terapi, tergantung kondisi pasien.

Berbeda ketika keluhan disertai gangguan saraf, seperti kesemutan hingga kesulitan berjalan. Kondisi tersebut membutuhkan penanganan lebih lanjut dan dapat memerlukan tiga hingga enam siklus terapi atau sekitar tiga sampai enam bulan.

Baca Juga:  RSUD Taman Husada Komitmen Siapkan Alat Kesehatan Sesuai Standar

“Kalau LBP-nya mengarah seperti saraf terjepit, habis mengangkat sesuatu yang berat terus kesemutan ke bawah, sulit jalan, itu tidak mungkin cuma satu siklus. Bisa tiga sampai enam siklus, jadi tiga sampai enam bulan,” tambahnya.

Pendampingan juga diberikan kepada pasien pascastroke yang membutuhkan proses rehabilitasi lebih panjang. Lama terapi bergantung pada kondisi fungsional pasien, termasuk kemampuan berjalan dan pergerakan otot setelah mengalami stroke.

Dokter Dian menyebut, rehabilitasi pada pasien pascastroke dapat berlangsung hingga satu tahun. Namun, durasi tersebut tidak berlaku sama bagi setiap pasien karena tingkat gangguan fungsi dan perkembangan kemampuan masing-masing berbeda.

“Untuk pascastroke, tergantung strokenya, fungsi dia setelah stroke bagaimana. Mampukah pasien berjalan, mampukah otot-ototnya kembali bergerak,” terangnya.

Pun program rehabilitasi, diberikan dengan mengacu pada protokol terapi. Penyesuaian dilakukan untuk membantu pasien mencapai kemampuan fungsional sesuai kondisi dan kebutuhannya.

Dengan demikian, proses rehabilitasi di RSUD Taman Husada Bontang tidak berpatokan pada jumlah terapi yang sama untuk seluruh pasien. Melainkan, rehabilitasi menyesuaikan program berdasarkan kondisi, respons terhadap terapi, serta perkembangan fungsi pasien selama proses pemulihan.

Baca Juga:  Cathlab RSUD Taman Husada Layani Ratusan Pasien, Warga Tak Perlu Lagi Dirujuk Keluar Kota

“Nah, itu tidak bisa disamakan, jadi disesuaikan dengan kondisi pasien,” tutupnya.

Share This Article