Dokter Anak RSUD Taman Husada Sebut ISPA dan Radang Paru-paru Masih jadi Penyakit Paling Banyak pada Anak

Redaksi Radarkaltim
3 Min Read

BONTANG – Dokter spesialis anak RSUD Taman Husada Kota Bontang, mengimbau orang tua tidak menyepelekan batuk dan pilek yang dialami anak.

Keluhan yang kerap dianggap sebagai penyakit biasa ini dapat berkembang menjadi infeksi saluran pernapasan yang lebih serius jika tidak ditangani dengan tepat.

Imbauan tersebut disampaikan oleh Dikter Spesialis Anak, RSUD Taman Husada Bontang, M Thoufik Hidayat. Ia menyampaikan, infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA dan radang paru-paru masih menjadi penyakit yang paling banyak ditemukan pada pasien anak di RSUD Taman Husada Bontang.

“Sakit paling gsmpang di anak-anak paling sering batuk pilek. Ketika batuk pilek tidak diobati dengan baik, jadilah radang paru-paru itu,” ujarnya.

Menurutnya, infeksi saluran pernapasan pada anak dapat disebabkan oleh virus maupun bakteri. Risiko infeksi juga dapat meningkat ketika daya tahan tubuh anak melemah, termasuk akibat asupan nutrisi yang tidak mencukupi.

Dengan begitu, kondisi tersebut membuat anak lebih rentan mengalami infeksi, terutama infeksi saluran pernapasan yang memang menjadi salah satu penyakit yang paling sering menyerang anak.

Baca Juga:  Dorong Integrasi SatuSehat, RSUD Taman Husada Mantapkan Layanan Kesehatan Digital

“Yang jelas infeksi, baik itu infeksi virus atau bakteri. Dengan kondisi daya tahan tubuh yang melemah akibat makan yang tidak cukup, dia akan memperkuat kemungkinan terjadinya Infeksi. Dalam hal ini, infeksi yang paling sering pada anak-anak kan memang infeksi saluran napas,” katanya.

Dokter Thoufik menyenut, ISPA dan radang paru-paru secara konsisten menjadi kasus dengan jumlah tinggi pada pasien anak di RSUD Taman Husada Bontang. Meski terdapat penyakit lain yang pada periode tertentu mengalami peningkatan, ISPA dan radang paru-paru tetap mendominasi.

Meski rekapitulasi kasus dilakukan setiap tahun, namun perkembangan penyakit yang banyak ditangani pada anak sudah dapat terlihat dari pencatatan setiap bulan.

“Setiap Bulan sudah bisa kelihatan.
Memang kadang-kadang ada yang menonjol misalnya demam berdarah atau apa, tapi yang selalu jadi nomor satu itu pasti ISPA dan radang paru-paru,” terangnya.

Lanjutnya, dokter spesialis anak tersebut juga mengingatkan orang tua agar tidak terbiasa menganggap batuk dan pilek sebagai penyakit biasa yang cukup ditangani sendiri di rumah.

Baca Juga:  RSUD Taman Husada Atur Antrean Klinik Rehabilitasi dengan Sistem Cluster, Pasien Tak Perlu Menunggu Lama

Menurutnya, pengobatan yang tidak tepat atau keterlambatan membawa anak ke fasilitas kesehatan dapat membuat kondisi penyakit semakin berat.

“Kalau itu juga tidak bisa diobati dengan bagus, artinya mereka mengobati sendiri atau terlambat datang ke rumah sakit karena anggapannya itu sakit biasa. Akibatnya kan datang sudah dalam kondisi yang berat,” tutupnya.

Share This Article