SANGATTA – Insiden serangan buaya kembali terjadi di wilayah Sangatta, Kabupaten Kutai Timur. Seorang anak laki-laki berinisial A (13) menjadi korban serangan buaya di kawasan Jalan menuju Dermaga Pelabuhan Kenyamukan, Kecamatan Sangatta Utara, Rabu (13/5/2026) sore.
Peristiwa tersebut terjadi saat korban bersama sejumlah temannya sedang bermain layang-layang di sekitar lokasi kejadian. Namun nahas, layangan yang dimainkan korban diduga putus dan jatuh ke area parit atau selokan yang berada tidak jauh dari dermaga.
Saat korban berusaha mengambil layangan tersebut, seekor buaya tiba-tiba muncul dan langsung menyambar bagian kaki korban. Akibat serangan itu, korban mengalami luka robek cukup serius pada bagian paha kiri.
Warga yang berada di lokasi sempat panik melihat kejadian tersebut dan segera memberikan pertolongan sebelum melaporkannya ke layanan darurat Kutim Siaga 112.
Laporan insiden diterima Posko Palang Merah Indonesia (PMI) Kutai Timur sekitar pukul 17.52 WITA. Setelah menerima informasi dari warga, tim ambulans PMI Kutim langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan evakuasi dan penanganan awal terhadap korban.
Petugas PMI Kutim, Muh Ali, mengatakan pihaknya segera menerjunkan personel begitu menerima laporan adanya serangan buaya terhadap seorang anak.
“Tim segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan dan membawa korban ke rumah sakit,” ujarnya.
Korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans PMI Kutim dan dilarikan ke RS PKT Sangatta guna mendapatkan perawatan medis lebih lanjut akibat luka yang dialaminya.
Dalam proses evakuasi tersebut, PMI Kutim mengerahkan satu unit ambulans bersama sejumlah personel, yakni Muh Ali, Amin, Erwin Simbolon, dan Zulfikar.
Saat ditemukan petugas, korban diketahui masih dalam kondisi sadar meski mengalami luka robek cukup serius di bagian paha kiri akibat gigitan buaya.
Insiden ini kembali menjadi perhatian masyarakat terkait potensi kemunculan buaya di kawasan perairan maupun saluran air di Sangatta. Warga, khususnya anak-anak, diimbau untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, parit, maupun kawasan yang berdekatan dengan habitat buaya.
