Anak Susah Makan dan Sering Lewatkan Sarapan? Ini Cara Mengatasinya

Mukti Ali
4 Min Read

Radarkaltim.co – Pagi hari sering menjadi waktu paling sibuk bagi keluarga. Anak harus bersiap ke sekolah, sementara orangtua juga perlu mengejar pekerjaan dan berbagai aktivitas lainnya.

Di tengah rutinitas tersebut, urusan makan anak bisa menjadi tantangan tersendiri. Sebagian anak membutuhkan waktu lama untuk menghabiskan makanan, menolak menu tertentu, atau hanya mau mengonsumsi makanan yang sama.

Tidak sedikit pula anak yang akhirnya melewatkan sarapan karena terburu-buru berangkat sekolah. Jika kebiasaan ini terus terjadi, orangtua perlu mencari cara agar kebutuhan makan anak tetap terpenuhi tanpa membuat waktu makan menjadi sumber konflik.

Lantas, bagaimana cara mengatasi anak susah makan sekaligus mencegah kebiasaan melewatkan sarapan?

Jangan Memaksa Anak Mencoba Makanan Baru

Kebiasaan memilih-milih makanan atau picky eating cukup umum terjadi pada anak dan dapat menjadi bagian dari tahap perkembangan mereka.

Ahli diet terdaftar di Cleveland Clinic Children’s, Margherita Shook, RD, mengatakan hal terpenting bukan memaksa anak menghabiskan atau mencoba makanan tertentu, melainkan bagaimana orangtua merespons kebiasaan tersebut.

Baca Juga:  Bahaya Kabut Asap Karhutla, Kenali Gejala dan Cara Melindungi Saluran Pernapasan

Orangtua disarankan tetap mengenalkan berbagai jenis makanan kepada anak tanpa memberikan tekanan. Kebiasaan pilih-pilih makanan pada sebagian anak dapat berkurang seiring bertambahnya usia.

Meski demikian, orangtua perlu lebih memperhatikan apabila kebiasaan tersebut berlangsung terus-menerus hingga mengganggu waktu makan, menyebabkan berat badan turun, membuat anak cemas, atau menimbulkan masalah seperti tersedak saat makan.

Padukan Makanan Baru dengan Makanan yang Disukai Anak

Salah satu cara memperkenalkan makanan baru adalah menyajikannya bersama makanan yang sudah disukai anak.

Misalnya, ketika anak enggan mengonsumsi buah atau sayuran tertentu, orangtua dapat memasangkannya dengan makanan favorit mereka. Dengan begitu, anak tidak merasa hanya memiliki pilihan untuk menyantap makanan yang belum mereka sukai.

Makanan juga dapat dibuat lebih menarik, misalnya dengan memotong buah atau sayuran menggunakan bentuk yang menyenangkan.

Orangtua bahkan bisa melibatkan anak dalam memilih makanan berdasarkan warna yang mereka sukai. Cara sederhana ini dapat membuat proses mencoba makanan baru terasa lebih menyenangkan.

Menurut Shook, anak mungkin membutuhkan beberapa kali paparan sebelum akhirnya menerima makanan baru. Dalam beberapa kasus, anak dapat membutuhkan hingga 15 kali percobaan sebelum menentukan apakah mereka menyukai makanan tersebut.

Baca Juga:  Lipstick Effect di Tengah Ekonomi Sulit, Peluang Brand Tawarkan Kemewahan Terjangkau

Jangan Abaikan Sarapan Anak

Selain masalah picky eating, rutinitas pagi yang terburu-buru juga membuat sebagian anak melewatkan sarapan.

Padahal, sarapan dapat membantu anak memulai aktivitas sehari-hari. Melewatkan sarapan dapat membuat anak lebih mudah merasa lelah dan mengalami kesulitan berkonsentrasi.

Ahli diet terdaftar di Cleveland Clinic Children’s, Jennifer Hyland, RD, menjelaskan bahwa anak yang tidak sarapan dapat mengalami kelelahan dan kesulitan berpikir.

Karena itu, orangtua dapat menyiapkan sarapan yang mengandung serat dan protein agar anak merasa kenyang sekaligus memiliki energi untuk menjalani aktivitas.

Beberapa pilihan sarapan yang dapat diberikan antara lain telur dengan roti gandum, sereal gandum dengan susu dan buah, overnight oatmeal, telur rebus, sosis, hingga yoghurt dengan granola rendah gula.

Siapkan Sarapan yang Praktis

Sarapan tidak harus selalu berupa makanan yang membutuhkan waktu lama untuk dibuat. Bagi anak yang lebih besar atau remaja, minuman berprotein atau smoothie dapat menjadi salah satu pilihan praktis.

Hyland menyebut anak kecil sebenarnya tidak selalu membutuhkan protein sebanyak yang sering diperkirakan orangtua. Namun, bagi anak yang lebih besar atau remaja, minuman berprotein atau smoothie buatan sendiri dapat menjadi pilihan cepat dan mudah.

Baca Juga:  Bangun Pagi Lebih Segar, Ini 4 Kebiasaan Sederhana yang Bisa Dicoba

Orangtua juga bisa mengurangi kesibukan pada pagi hari dengan menyiapkan makanan sejak malam sebelumnya.

Salah satu contoh yang diberikan Hyland adalah membuat sandwich telur pada malam hari, kemudian menyimpannya di freezer. Makanan tersebut dapat langsung dipanaskan pada pagi hari sehingga anak tetap bisa sarapan meski waktu persiapan terbatas.

Dengan persiapan sederhana dan tanpa memaksa anak, orangtua dapat membantu membangun kebiasaan makan yang lebih baik sekaligus memastikan anak tidak terbiasa melewatkan sarapan.

Share This Article