BALIKPAPAN – Sebanyak 28 penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan terdampak gangguan ruang udara, Minggu.
Gangguan tersebut terjadi akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau yang mengganggu jalur penerbangan di wilayah barat Indonesia.
Pjs General Manager Bandara SAMS Sepinggan, Rizal Aries Laksono, mengatakan kondisi tersebut membuat jalur udara menuju Jakarta belum aman untuk dilalui. Akibatnya, sejumlah maskapai terpaksa menghentikan sementara operasional penerbangan.
“Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada kedatangan maupun keberangkatan di Bandara Sepinggan. Gangguan ini berlangsung sejak pagi hingga sore hari,” kata Rizal di Balikpapan, Minggu.
Berdasarkan data operasional hingga pukul 15.00 WITA, terdapat 28 penerbangan yang terdampak. Jumlah tersebut terdiri atas 13 penerbangan kedatangan dan 15 penerbangan keberangkatan.
Gangguan ruang udara tersebut juga menimbulkan efek berantai terhadap operasional penerbangan di Bandara Sepinggan.
Penutupan atau pembatasan jalur udara di wilayah Pulau Jawa membuat rotasi pesawat menuju Balikpapan ikut terganggu. Kondisi tersebut kemudian berdampak terhadap jadwal penerbangan dari maupun menuju Bandara Sepinggan.
Mayoritas penerbangan yang dibatalkan merupakan rute menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Jakarta.
Namun, gangguan juga berdampak terhadap sejumlah penerbangan dengan tujuan lain, di antaranya Bandung (BDO), Palu (PLW), serta Melak/Kutai Barat (GHS).
Manajemen Bandara SAMS Sepinggan menyiapkan sejumlah opsi bagi penumpang yang penerbangannya terdampak pembatalan.
Penumpang diberikan pilihan untuk mengajukan pengembalian dana tiket (refund) atau melakukan penjadwalan ulang (reschedule) sesuai kebijakan maskapai.
“Sebagian besar penumpang memilih refund, sedangkan sisanya mengajukan reschedule,” ujar Rizal.
Untuk mengantisipasi kepadatan dan memberikan pelayanan kepada penumpang terdampak, pihak bandara juga menyiagakan sejumlah personel.
Personel Aviation Security (Avsec), Customer Service, serta Airport Operation Landside and Terminal (AOLT) dikerahkan untuk memberikan informasi dan pendampingan secara langsung kepada penumpang.
Manajemen bandara turut mengoptimalkan fasilitas ruang tunggu serta melakukan pembaruan informasi jadwal penerbangan secara berkala.
Hingga saat ini, manajemen Bandara SAMS Sepinggan masih melakukan koordinasi dengan maskapai penerbangan dan otoritas terkait untuk memastikan kondisi ruang udara tetap aman bagi penerbangan.
Pemantauan dilakukan berdasarkan informasi keselamatan penerbangan terbaru, termasuk Notice to Airmen (NOTAM).
Pihak bandara memastikan aspek keselamatan menjadi pertimbangan utama sebelum operasional penerbangan kembali berjalan normal.
Penumpang yang memiliki jadwal penerbangan dari maupun menuju Balikpapan diimbau terus memantau informasi terbaru dari maskapai dan pihak Bandara SAMS Sepinggan terkait perubahan jadwal penerbangan.
