DPRD Bontang Soroti Rencana TMP 2027, Minta Pemkot Prioritaskan Lahan Pemakaman

Redaksi Radarkaltim
2 Min Read

BONTANG – DPRD Bontang meminta Pemerintah Kota Bontang meninjau kembali skala prioritas pembangunan yang direncanakan pada 2027. Salah satunya rencana pembangunan Taman Makam Pahlawan (TMP) yang dinilai perlu dipertimbangkan kembali karena masih ada kebutuhan lahan pemakaman umum (TPU) yang lebih mendesak.

Ketua Komisi C DPRD Bontang, Alfin Rausan Fikry, mengatakan keterbatasan lahan pemakaman di sejumlah wilayah perlu segera diantisipasi. Ia menyoroti kondisi TPU Bontang Kuala yang saat ini sudah padat, sementara perluasan TPU Lempake di Kelurahan Loktuan dinilai belum menjadi solusi jangka panjang.

“Ada baiknya cari lahan TPU daripada pemakaman pahlawan. Nanti kalau TPU yang ada sekarang penuh, kita sudah siap,” ujar Alfin.

Menurutnya, pemerintah perlu mulai menyiapkan lahan TPU sejak sekarang agar persoalan keterbatasan lahan tidak muncul ketika kapasitas pemakaman yang tersedia sudah tidak lagi mencukupi. Selain pemakaman, ia juga mendorong pemerintah memprioritaskan penyediaan lahan untuk kebutuhan persampahan, khususnya tempat pembuangan akhir (TPA).

“Kalau bisa, lahan pembuangan sampah itu juga. Hal ini yang harusnya menjadi prioritas pemerintah,” katanya.

Baca Juga:  Renovasi RS Tipe D Bontang Terancam Batal, Kajian Lingkungan Belum Rampung

Sementara itu, Pemkot Bontang sebelumnya telah memasukkan rencana pembangunan TMP dalam RPJMD. Kawasan Bontang Lestari menjadi salah satu lokasi yang dipertimbangkan karena memiliki ruang terbuka yang dapat dikembangkan menjadi fasilitas penghormatan bagi pahlawan, pejuang, dan veteran.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan pembangunan TMP tidak membutuhkan anggaran besar karena dapat memanfaatkan ruang terbuka hijau yang sudah tersedia. Anggaran nantinya lebih diarahkan untuk melengkapi fasilitas seperti prasasti, simbol Pancasila, dan tempat upacara.

“Kita tidak perlu menganggarkan terlalu banyak karena tamannya sudah ada. Tinggal dilengkapi mungkin prasasti, Pancasila, dan tempat upacaranya,” ujar Neni. (*)

Share This Article