Wanita Usia 50 Tahun, Rutin Jalan Sore 20 Menit Bisa Beri 5 Manfaat Ini

Mukti Ali
4 Min Read

RADARKALTIM – Memasuki usia 50 tahun menjadi fase penting bagi wanita karena tubuh mulai mengalami berbagai perubahan, terutama menjelang dan saat menopause. Perubahan hormon pada periode ini dapat memengaruhi energi, metabolisme, kesehatan tulang, hingga kondisi jantung.

Keluhan seperti mudah lelah, tubuh terasa lesu pada sore hari, hingga menurunnya kekuatan otot dan tulang cukup umum terjadi. Namun, kebiasaan sederhana seperti jalan kaki pada sore hari dapat menjadi salah satu cara untuk membantu menjaga kebugaran tubuh.

Waktu yang bisa dimanfaatkan untuk berjalan kaki adalah sekitar pukul 14.00 hingga 17.00. Aktivitas ini tidak membutuhkan peralatan khusus dan dapat dilakukan hanya selama 15–20 menit.

Jaga Kesehatan Jantung dan Gula Darah

Dokter Sarah Mathis, D.O., mengatakan jalan kaki di luar ruangan selama 15–20 menit dapat menjadi kebiasaan sederhana yang memberikan manfaat bagi kesehatan jantung.

Risiko penyakit jantung diketahui meningkat seiring bertambahnya usia, termasuk setelah wanita memasuki usia 50 tahun. Jalan cepat sebagai aktivitas aerobik intensitas sedang dapat membantu menjaga tekanan darah dan meningkatkan kadar kolesterol baik.

Baca Juga:  Waspada Diabetes pada Anak, Kenali Gejala dan Cara Penanganannya

Selain jantung, jalan kaki juga dapat membantu mengontrol gula darah. Berjalan setelah makan membuat otot lebih aktif menggunakan glukosa sebagai sumber energi sehingga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Kebiasaan tersebut menjadi semakin penting karena menopause juga berkaitan dengan meningkatnya risiko diabetes tipe 2. Dengan rutin bergerak, tubuh dapat terhindar dari penurunan energi secara drastis pada sore hari.

Tingkatkan Energi dan Jaga Kekuatan Tulang

Jalan sore juga dapat menjadi cara sederhana untuk melawan rasa lelah setelah beraktivitas sepanjang hari. Berjalan kaki membantu mengurangi waktu duduk terlalu lama sekaligus memberikan kesempatan bagi tubuh mendapatkan paparan cahaya alami.

Aktivitas fisik secara teratur juga dapat membantu mengurangi rasa lelah yang kerap dialami wanita selama fase perimenopause. Selain itu, berjalan kaki termasuk aktivitas menahan beban yang bermanfaat untuk membantu menjaga kepadatan tulang.

Hal ini penting karena risiko osteoporosis meningkat pada wanita setelah usia 50 tahun. Tetap aktif bergerak dapat membantu mempertahankan kekuatan tulang sekaligus menjaga fungsi otot.

Baca Juga:  Ini Bedanya Pemeriksaan CT-Scan Gunakan Kontras dan Tidak

Berapa Lama Sebaiknya Jalan Kaki?

Bagi wanita berusia di atas 50 tahun, target yang dapat digunakan adalah setidaknya 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang per minggu, seperti jalan cepat. Alternatifnya, dapat dilakukan 75 menit aktivitas aerobik dengan intensitas berat setiap minggu.

Target tersebut dapat dibagi menjadi sesi-sesi pendek agar lebih mudah diterapkan. Misalnya, berjalan kaki sekitar 20–30 menit setiap hari pada sore hari.

Agar manfaatnya lebih optimal, kebiasaan berjalan kaki sebaiknya disertai pola hidup sehat. Pastikan asupan protein cukup untuk membantu mempertahankan massa otot, serta konsumsi serat dari buah, sayuran, dan biji-bijian.

Kualitas tidur dan pengelolaan stres juga tidak kalah penting. Mengurangi konsumsi kafein dan menjaga kamar tetap sejuk dapat membantu mengurangi gangguan tidur akibat sensasi panas yang sering muncul saat menopause.

Dengan menjadikan jalan sore sebagai rutinitas, wanita usia 50 tahun dapat memperoleh cara sederhana untuk menjaga kesehatan jantung, gula darah, tulang, otot, serta energi di tengah berbagai perubahan tubuh yang terjadi saat menopause.

Share This Article