Hasil Lab MBG Bontang Utara 2 Positif Bakteri Patogen, 27 Orang Alami Mual dan Muntah

Redaksi Wy
3 Min Read

BONTANG – Hasil uji laboratorium Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang mengungkap adanya kontaminasi bakteri patogen pada sampel makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi siswa, guru, hingga wali murid.

Temuan tersebut berasal dari pemeriksaan sampel menu MBG yang diproduksi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontang Utara 2. Dua jenis makanan yang menjadi sampel pemeriksaan yakni ayam serundeng dan gulai sayur.

Sebanyak 27 orang dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap menu tersebut. Mereka terdiri dari 14 pelajar, 11 guru, dan dua wali murid.

Kepala Dinkes Bontang Toetoek Pribadi Ekowati mengatakan, hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya bakteri patogen pada sampel makanan yang diuji.

“Hasil ini sudah diuji secara klinis. Kemudian tersaji kalau sampling itu terkontaminasi bakteri patogen,” ujar Toetoek.

Meski bakteri patogen telah ditemukan dalam sampel, Dinkes Bontang masih melakukan pendalaman untuk mengetahui secara pasti kapan dan bagaimana kontaminasi terjadi.

Salah satu dugaan sementara mengarah pada proses penanganan makanan setelah dimasak, termasuk saat makanan dimasukkan ke dalam wadah atau ompreng sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat.

Baca Juga:  Rustam Usulkan Pengaturan Jam Operasional Videotron untuk Tekan Biaya Listrik

Selain itu, proses pendinginan makanan menggunakan kipas angin juga menjadi salah satu hal yang tengah diperhatikan dalam investigasi.

Dinkes masih akan mengevaluasi seluruh rangkaian proses pengolahan hingga distribusi untuk memastikan titik yang berpotensi menyebabkan kontaminasi.

Selain menemukan bakteri patogen, Dinkes Bontang juga menemukan adanya perubahan bahan dalam menu yang disajikan SPPG Bontang Utara 2.

Santan yang seharusnya digunakan dalam menu diketahui diganti dengan kemiri.

Menurut Toetoek, penggunaan kemiri pada sebagian orang berpotensi menimbulkan reaksi tertentu, terutama bagi mereka yang memiliki alergi terhadap bahan tersebut.

“Di sebagian orang, kemiri memang berpotensi juga menyebabkan mual dan muntah. Apalagi ada alerginya,” jelasnya.

Namun, temuan tersebut masih perlu dilihat bersama hasil pemeriksaan bakteri untuk mengetahui faktor yang berkaitan dengan keluhan kesehatan yang dialami para penerima MBG.

Dinkes Bontang memastikan hasil investigasi akan disampaikan kepada SPPG Regional Bontang sebagai bahan evaluasi.

Pengawasan terhadap proses pengolahan makanan di dapur SPPG juga akan ditingkatkan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan makanan yang diproduksi dan didistribusikan kepada penerima manfaat memenuhi standar keamanan pangan.

Baca Juga:  Hasil Uji Lab MBG Bontang Dijadwalkan Keluar Hari Ini, Ini yang Ditunggu Pemkot

“Tiap bulan kami monitoring. Tapi nanti kami akan tingkatkan lagi pengawasannya,” kata Toetoek.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris mengatakan Pemerintah Kota Bontang akan segera memanggil pengelola dapur SPPG serta perwakilan sekolah terkait temuan tersebut.

Pertemuan itu akan membahas hasil pemeriksaan sekaligus mengevaluasi proses penyediaan makanan MBG agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Kami akan undang segera,” ujar Agus Haris.

Pemkot Bontang menilai keamanan pangan menjadi hal penting dalam pelaksanaan program MBG, mengingat makanan tersebut dikonsumsi oleh ribuan penerima manfaat, khususnya anak-anak sekolah.

Share This Article