BONTANG – Keberhasilan pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif tidak hanya bergantung pada ibu, tetapi juga membutuhkan dukungan penuh dari keluarga.
Peran suami, orang tua, mertua hingga lingkungan sekitar dinilai sangat berpengaruh terhadap kelancaran proses menyusui.
Hal itu disampaikan Dokter Umum sekaligus Konselor Menyusui RSUD Taman Husada Bontang, Siti Aisyatur Ridha usai melakukan kegiatan promosi kesehatan memperingati Pekan ASI Sedunia, Selasa (4/8/2026).
Menurut dokter Ridha, kondisi emosional ibu menyusui sangat memengaruhi produksi ASI. Karena itu, keluarga diharapkan memberikan dukungan agar ibu dapat menyusui dengan tenang dan percaya diri.
“ASI eksklusif ini terus-terang butuh dukungan yang sangat kuat ya, terutama dari keluarga sendiri. Misalnya orang tua, mertua tidak support, emosionalnya terganggu. Kalau mentalnya terganggu, produksi ASI akan turun. Imbasnya, kemburuhan ASI bayi juga tidak tercukupi,” ujarnya.
Kata dia, dukungan dari suami menjadi salah satu faktor penting yang dapat membantu ibu menjalani masa menyusui. Selain itu, lingkungan sekitar juga perlu memberikan dorongan positif, terutama kepada ibu yang baru pertama kali memiliki anak.
“Seorang ibu yang menyusui, terutama ibu-ibu muda, sangat terpengaruh oleh lingkungan sekitarnya. Karena itu, dukungan dari suami, orang tua, mertua, maupun orang-orang di sekitar sangat dibutuhkan,” tambahnya.
Dokter Rodha juga mengingatkan, masyarakat agar tidak mudah membandingkan tumbuh kembang anak dengan anak lain, termasuk dari informasi yang beredar di media sosial. Menurutnya, anggapan bahwa bayi bertubuh gemuk selalu lebih sehat belum tentu benar.
Ia berharap, masyarakat semakin memahami bahwa keberhasilan ASI eksklusif merupakan tanggung jawab bersama. Dengan dukungan keluarga dan lingkungan yang baik, ibu akan lebih percaya diri memberikan ASI eksklusif sehingga kebutuhan gizi bayi dapat terpenuhi secara optimal.
“Banyak yang melihat anak orang lain lebih gemuk, lalu menganggap itu lebih baik. Padahal belum tentu anak yang gemuk itu sehat. Yang terpenting adalah pertumbuhan anak sesuai KMS (Kartu Menuju Sehat),” jelasnya.
