BONTANG – Ruang Cardiac Catheterization Laboratory (Cathlab) RSUD Taman Husada Bontang telah melayani sebanyak 455 pasien sepanjang 2025.
Layanan ini menjadi salah satu fasilitas penunjang bagi pasien dengan gangguan jantung dan pembuluh darah.
Kepala Ruangan Instalasi Diagnostik dan Intervensi RSUD Taman Husada Bontang, Surya Wijaya mengatakan, pelayanan Cathlab diberikan berdasarkan kebutuhan dan permintaan tindakan medis dari dokter yang menangani pasien.
“Pelayanan diberikan sesuai dengan permintaan. Jadi pasien yang membutuhkan tindakan melalui Cathlab akan mendapatkan pelayanan sesuai indikasi medis dan kebutuhan penanganannya,” ujar Surya, Jumat (31/7/2026).
Ia menjelaskan, layanan Cathlab RSUD Taman Husada juga dapat diakses oleh seluruh pasien yang terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.
Dengan tersedianya fasilitas tersebut, pasien tidak perlu lagi menjalani rujukan ke luar daerah untuk mendapatkan tindakan medis yang dapat dilakukan melalui Cathlab.
“Pasien BPJS Kesehatan juga bisa mendapatkan pelayanan di sini. Jadi tidak perlu lagi harus dirujuk ke luar daerah apabila tindakan yang dibutuhkan bisa dilakukan di RSUD Taman Husada,” jelasnya.
Surya memastikan, setiap tindakan yang dilakukan di ruang Cathlab mengikuti prosedur dan standar pelayanan medis yang berlaku. Metode pemeriksaan maupun peralatan yang digunakan disesuaikan dengan standar dalam pelaksanaan tindakan diagnostik dan intervensi jantung.
“Setiap tindakan dilakukan sesuai standar. Metode dan alat yang digunakan juga sudah sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan medis pasien,” ungkapnya.
Sebagai informasi, layanan Cathlab di RSUD Taman Husada Bontang telah beroperasi sejak 2020. Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari upaya rumah sakit dalam memperkuat layanan diagnostik dan intervensi, khususnya bagi pasien dengan penyakit jantung dan pembuluh darah.
Dengan adanya layanan tersebut, masyarakat Bontang dan sekitarnya memiliki akses terhadap pemeriksaan maupun tindakan intervensi jantung di dalam daerah, sehingga dapat mengurangi kebutuhan pasien untuk mendapatkan pelayanan serupa di rumah sakit luar daerah.
“Di 2023 baru melayani pasien BPJS,” pungkasnya.
