BONTANG – Distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontang Utara 2 di Kelurahan Api-Api dihentikan sementara mulai Jumat (7/8/2026).
Penghentian dilakukan setelah muncul laporan 31 siswa dan guru mengalami mual, muntah hingga diare usai menyantap menu MBG yang didistribusikan dari SPPG tersebut.
Akibat penghentian operasional, sebanyak 2.477 penerima manfaat untuk sementara tidak mendapatkan program MBG.
SPPG Bontang Utara 2 diketahui mendistribusikan makanan ke sejumlah satuan pendidikan, di antaranya PAUD Al-Hikmah, SD Negeri 012 Bontang Selatan, SMP Negeri 1 Bontang, SMP Bintang dan SD Bintang.
Distribusi MBG juga menyasar Posyandu Lili, Wijaya Kusuma, Tulip serta Permai Indah.
Kepala SPPG Bontang Utara 2 Muhammad Rezky mengatakan, penghentian distribusi dilakukan berdasarkan instruksi sembari menunggu evaluasi dan pemeriksaan sampel makanan.
Pihaknya belum dapat memastikan kapan operasional SPPG kembali berjalan.
“Kami belum tahu sampai kapan diberhentikannya. Kami masih menunggu instruksi dan hasil sampel keluar,” ujar Rezky, Jumat (7/8/2026).
44 Relawan Diliburkan
Penghentian sementara operasional juga berdampak terhadap 44 relawan yang bekerja di dapur SPPG Bontang Utara 2.
Para relawan tersebut terdiri dari tim persiapan, memasak, pemorsian, pencuci ompreng, pengemudi hingga asisten pengemudi.
Rezky menjelaskan, para relawan menerima pembayaran berdasarkan jumlah hari kerja. Dengan dihentikannya operasional dapur, mereka untuk sementara tidak mendapatkan penghasilan dari SPPG.
“Karena mereka dibayar per hari, selama operasional dihentikan mereka kami rumahkan. Kami juga mengimbau apabila ingin mencari pekerjaan lain sementara waktu, silakan karena memang tidak terikat kontrak,” jelasnya.
Penghentian distribusi ini dilakukan sembari menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan untuk memastikan penyebab keluhan kesehatan yang dialami para penerima manfaat.
