BONTANG – Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam, memanggil pihak kontraktor pelaksana program Jaringan Gas (Jargas) gratis menyusul dugaan pungutan liar yang dikeluhkan warga, Selasa (12/5/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Rustam menegaskan program pemasangan Jargas gratis tidak dipungut biaya apa pun kepada masyarakat. Dugaan permintaan uang disebut berasal dari oknum pekerja lapangan dan bukan kebijakan resmi perusahaan.
“Kontraktor akan melakukan penelusuran. Kalau ada pekerja yang meminta uang, itu tindakan oknum,” ujar Rustam.
Ia memastikan rumah warga yang telah terverifikasi sebagai penerima manfaat tetap akan dipasang Jargas dengan total 10.553 sambungan rumah tangga di Kota Bontang.
Sementara itu, Construction Manager PT Noorel Idea, Mulya Munir, menjelaskan dugaan pungli di RT 55 Kelurahan Berebas Tengah terjadi akibat kesalahan komunikasi di lapangan terkait tambahan upah pekerja galian.
Menurutnya, perusahaan telah meminta maaf kepada warga dan memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Tidak ada biaya pemasangan. Kalau ada yang meminta uang tunai, itu bukan kebijakan perusahaan,” tegas Mulya Munir.
PT Noorel Idea juga menegaskan akan menindak tegas pekerja yang terbukti melakukan pungutan liar, termasuk memulangkan oknum yang terlibat.
Masyarakat diminta tidak memberikan uang kepada pekerja Jargas. Jika menemukan dugaan pungutan di lapangan, warga dapat melapor melalui nomor pengaduan 0823 4267 7685.
