BONTANG – Gedung Rumah Kreatif Milenial (RKM) Kota Bontang yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp4,9 miliar kembali menjadi sorotan. Hingga pertengahan 2026, fasilitas yang digadang-gadang sebagai pusat kreativitas anak muda itu belum juga difungsikan sebagaimana mestinya.
Ironisnya, bangunan yang berada di kawasan Bontang Selatan tersebut justru dimanfaatkan sebagai gudang material dan tempat menginap pekerja proyek renovasi lanjutan Lapangan HOP 1.
Kondisi ini memantik kritik dari Wakil Ketua Komisi C DPRD Bontang, Muhammad Sahib. Politisi Partai NasDem tersebut mengaku terkejut setelah menerima laporan bahwa gedung RKM digunakan oleh kontraktor pelaksana proyek, PT Gariyan Alfath Saguna, sebagai tempat penyimpanan barang sekaligus tempat tinggal sementara para pekerja.
“Saya akan sidak itu. Tidak boleh dipakai tempat tinggal tukang maupun gudang proyek,” tegas Muhammad Sahib, Kamis (19/6/2026).
Menurut Sahib, penggunaan gedung milik pemerintah untuk kepentingan proyek swasta berpotensi menimbulkan kerusakan pada fasilitas yang dibangun menggunakan anggaran daerah.
Ia menilai kondisi tersebut tidak bisa dianggap sepele, mengingat sebelumnya gedung RKM juga sempat mengalami kerusakan akibat digunakan sebagai gudang saat pembangunan lapangan futsal pada tahun 2025 lalu.
“Sekarang siapa yang akan bertanggung jawab kalau ada kerusakan? Jangan sampai pemerintah kembali mengeluarkan anggaran untuk memperbaiki fasilitas yang rusak akibat digunakan pihak lain,” ujarnya.
Sahib menduga pemanfaatan gedung pemerintah tersebut dilakukan untuk menekan biaya operasional proyek. Padahal, menurutnya, kebutuhan tempat tinggal pekerja dan fasilitas pendukung proyek semestinya telah masuk dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) kontraktor.
“Besar kemungkinan biaya tempat tinggal pekerja sudah dihitung dalam RAB. Jadi tidak seharusnya menggunakan aset pemerintah,” tambahnya.
Menanggapi kritik tersebut, Kepala Bidang Tata Ruang dan Bangunan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang, Robysai Manassa Malisa, membenarkan bahwa sejumlah pekerja proyek sempat menginap di gedung RKM.
Namun, menurutnya kondisi tersebut terjadi akibat kesalahan perencanaan jadwal pekerjaan. Kontraktor memperkirakan pekerjaan penggosokan lantai dapat langsung dimulai, tetapi material yang dibutuhkan ternyata belum tiba di lokasi.
“Kalau pekerjaan penggosokan lantai memang harus ada yang berjaga atau stay di lokasi. Tetapi kami sudah meminta kontraktor memindahkan pekerja dan mencari tempat tinggal lain,” jelas Roby.
Hingga kini, Gedung Rumah Kreatif Milenial yang dibangun sebagai wadah pengembangan kreativitas generasi muda Bontang masih belum beroperasi secara optimal.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan publik terkait pemanfaatan aset daerah bernilai miliaran rupiah yang hingga kini belum memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
DPRD Bontang pun berencana melakukan inspeksi mendadak (sidak) guna memastikan penggunaan gedung tersebut sesuai peruntukan serta mencegah potensi kerusakan yang dapat membebani keuangan daerah di masa mendatang.
