Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengusulkan gagasan agar seluruh atap rumah di Indonesia ke depan menggunakan genteng sebagai bagian dari program nasional yang disebut gentengisasi.
Gagasan tersebut disampaikan Prabowo saat Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah yang digelar di Sentul, Bogor, Jawa Barat, pada Senin (2/2/2026).
Dalam arahannya, Prabowo menilai penggunaan atap seng masih sangat dominan di berbagai wilayah Indonesia dan dinilai kurang ideal dari sisi kenyamanan hunian.
Menurut Prabowo, atap seng membuat suhu rumah menjadi lebih panas, mudah berkarat, serta kurang mendukung kualitas lingkungan permukiman dalam jangka panjang.
Ia pun mendorong agar atap rumah masyarakat secara bertahap diganti menggunakan genteng berbahan tanah liat yang dinilai lebih sejuk, tahan lama, dan ramah lingkungan.
Program gentengisasi ini juga disebut berpotensi mendorong ekonomi desa melalui produksi genteng lokal yang melibatkan koperasi desa dan pelaku usaha setempat.
Selain meningkatkan kualitas hunian, Prabowo menilai kebijakan tersebut dapat membuka lapangan kerja baru serta menggerakkan industri bahan bangunan berbasis lokal.
Meski demikian, hingga saat ini pemerintah masih membahas skema teknis, pendanaan, serta tahapan pelaksanaan program gentengisasi agar dapat diterapkan secara bertahap dan merata di seluruh Indonesia.
