Jakarta – PT Pertamina Petrochemical Trading (Pertachem), anak usaha PT Pertamina Patra Niaga, bekerja sama dengan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) untuk jual beli produk soda ash di pasar domestik.
Adapun Pertachem bergerak di bidang trading, distribusi, dan pemasaran produk petrokimia. Kerja sama strategis keduanya ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) jual beli soda ash oleh Direktur Utama Pertachem Oos Kosasih dan Direktur Utama Pupuk Kaltim Gusrizal pada 11 November 2025.
Oos mengatakan, kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi antar-entitas BUMN dalam rantai pasok industri kimia nasional, serta mendukung upaya kemandirian bahan baku dalam negeri.
Soda ash yang diproduksi Pupuk Kaltim tersebut akan dipasarkan Pertachem ke industri-industri, khususnya pada industri kaca, detergen, dan pengolahan air.
Termasuk juga disalurkan ke Pertamina Hulu Rokan untuk mendukung kebutuhan sektor energi.
“Kami optimistis, kerja sama ini tidak hanya memperluas portofolio Pertachem, tetapi juga berkontribusi pada kemandirian bahan baku dalam negeri serta efisiensi rantai pasok nasional,” ujar Oos dalam keterangannya, Selasa (18/11/2025).
Pupuk Kaltim saat ini tengah membangun pabrik soda ash pertama di Indonesia dengan kapasitas 300.000 ton per tahun, serta produk samping ammonium chloride sebesar 300.000 ton per tahun yang ditargetkan beroperasi pada Maret 2028. Fasilitas ini akan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan pasokan soda ash domestik yang berkelanjutan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor. Sebab, selama ini seluruh kebutuhan soda ash Indonesia dipasok dari impor.
Direktur Utama Pupuk Kaltim Gusrizal menambahkan, pengembangan pabrik soda ash menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat hilirisasi dan kemandirian industri nasional.
Inisiatif ini juga merupakan wujud komitmen Pupuk Kaltim dalam mendukung target net zero emission (NZE) 2060 melalui penerapan prinsip ekonomi sirkular dalam proses produksi soda ash.
“Pembangunan pabrik soda ash pertama di Indonesia menjadi wujud komitmen kami dalam mendukung kemandirian industri nasional, dan melalui sinergi dengan Pertachem, kami yakin produk ini dapat tersalurkan secara optimal,” ucap Gusrizal. (*)
