Tegaskan Komitmen Kelangsungan Usaha, Pupuk Kaltim Uji Kesiapan Hadapi Krisis

Redaksi Radarkaltim
5 Min Read

Bontang – Bangun ketangguhan bisnis dari segala potensi ancaman, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) gelar Drilling Test Business Continuity Management System (BCMS) SNI ISO 22301:2019. Kegiatan ini bagian dari tindak lanjut implementasi Sistem Manajemen Kelangsungan Usaha (SMKU) yang dimana Pupuk Kaltim telah tersertifikasi  sejak 02 Februari 2024, sekaligus sarana uji kesiapan organisasi dalam menghadapi situasi krisis berdampak tinggi.

Drilling test mengangkat skenario aksi terorisme peledakan bom di lingkungan Pupuk Kaltim, yang berpotensi mengancam keselamatan insan perusahaan, aset strategis, serta kelangsungan operasional. Melalui simulasi ini, Pupuk Kaltim menguji efektivitas sistem, kejelasan peran, serta kemampuan pengambilan keputusan lintas fungsi dalam kondisi darurat yang kompleks dan dinamis.

Secara ringkas, kondisi berawal dari ancaman anonim yang diterima perusahaan terkait adanya bom di kawasan pabrik. Dilanjutkan peningkatan kewaspadaan internal, pengamanan area sensitif, serta koordinasi awal antar fungsi terkait. Situasi berkembang dengan terjadinya ledakan pada fasilitas pendukung operasional, hingga berdampak pada gangguan suplai energi dan memicu aktivasi sistem proteksi proses.

Kondisi tersebut mendorong perusahaan mengaktifkan mekanisme tanggap darurat, Command Center, serta melakukan asesmen dampak secara menyeluruh sebagai dasar pengambilan keputusan strategis. Berdasarkan hasil penilaian lintas fungsi, manajemen menetapkan eskalasi kondisi darurat dan mengaktifkan Business Continuity Plan (BCP) untuk memastikan fungsi kritikal tetap berjalan, sekaligus menyiapkan langkah pemulihan yang terstruktur dan terkoordinasi.

Baca Juga:  Peringati Hakordia 2025, Pupuk Kaltim Satukan Aksi Perkuat Budaya Anti Korupsi

Direktur Manajemen Risiko Pupuk Kaltim, Teguh Ismartono, mengatakan drilling test BCMS menjadi langkah strategis perusahaan dalam memperkuat budaya kesiapsiagaan, serta tata kelola risiko secara berkelanjutan. Mengingat Pupuk Kaltim sebagai Objek Vital Nasional tidak dapat memandang risiko secara parsial.

Terlebih gangguan operasional yang bersumber dari faktor alam, teknologi, maupun ancaman lainnya seperti terorisme dan keamanan siber, memiliki potensi dampak sangat luas terhadap keselamatan, reputasi, maupun kelangsungan usaha. Hal ini sejalan dengan penerapan tata kelola perusahaan yang baik dan berkelanjutan, serta menjadi landasan penting Pupuk Kaltim menjaga kelangsungan usaha jangka panjang.

“BCMS menjadi kerangka kerja strategis Pupuk Kaltim untuk memastikan perusahaan tetap mampu melindungi, menjaga proses bisnis dan memenuhi tanggung jawab operasional. Bahkan dalam kondisi paling sulit sekalipun,” ujar Teguh Ismartono, saat mengikuti Drilling Test, Jumat (23/1/2026).

Melalui kegiatan ini, Pupuk Kaltim ingin memastikan seluruh lapisan organisasi memahami peran secara jelas saat terjadi krisis. Mulai dari lini operasional di lapangan, fungsi pengamanan dan keselamatan, hingga jajaran manajemen puncak yang bertanggung jawab dalam pengambilan keputusan strategis.

Baca Juga:  Dukung Program Taman Asuh Sayang Anak, Pupuk Kaltim Berkolaborasi dengan DPA3AKB Bekali Pengasuh TPA

“Pada situasi krisis, kecepatan respons harus berjalan seiring dengan ketepatan keputusan. Makanya kami menguji bagaimana sistem bekerja secara nyata, agar koordinasi lintas fungsi terbangun untuk memastikan keselamatan serta keberlanjutan bisnis,” lanjut Teguh.

Teguh Ismartono menekankan keselamatan jiwa merupakan prioritas utama di tiap skenario darurat. Namun pada saat yang sama, perusahaan juga harus mampu memastikan gangguan tidak berkembang menjadi krisis berkepanjangan, hingga berdampak pada kinerja secara menyeluruh.

Selain itu, drilling test juga sarana evaluasi objektif untuk mengidentifikasi area yang masih perlu diperkuat. Mengingat hasil simulasi akan digunakan sebagai dasar penyempurnaan sistem, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan integrasi antara manajemen risiko, manajemen krisis, dan kelangsungan usaha.

“Tidak ada sistem yang sempurna, namun dengan latihan yang konsisten, evaluasi yang terukur serta komitmen perbaikan yang kuat, ketahanan Perusahaan optimis akan terus meningkat,” tambah Teguh.

VP Manajemen Risiko Korporasi sekaligus Penaggung Jawab implementasi BCMS, Lisa Handayani, menyampaikan kegiatan ini mencerminkan langkah strategis Pupuk Kaltim menerjemahkan ISO 22301:2019 dalam praktik nyata. Terlebih BCMS tidak bisa hanya dipahami sebatas pemenuhan kepatuhan, tapi juga harus melalui uji sistem dengan skenario krisis yang realistis dan berdampak tinggi.

Baca Juga:  25 Tahun PIKA PKT, Teguhkan Peran Inspiratif Perempuan Menjaga Ketahanan Keluarga

“Simulasi ini menunjukkan bagaimana BCMS bekerja secara end to end. Mulai dari identifikasi ancaman, respons insiden, eskalasi krisis, hingga aktivasi rencana keberlanjutan bisnis. Utamanya keterlibatan manajemen dan koordinasi lintas fungsi harus berjalan secara terstruktur,” terang Lisa.

Dia menambahkan, keberhasilan BCMS tidak hanya ditentukan kualitas prosedur, tapi juga pemahaman seluruh insan organisasi untuk menjalankan secara konsisten. Maka dari itu, hasil simulasi menjadi masukan penting Pupuk Kaltim dalam menyempurnakan analisis dampak bisnis hingga strategi pemulihan, serta penetapan prioritas fungsi kritikal.

“Sebab BCMS tidak terhenti pada pemenuhan standar, tapi menjadi alat untuk menjaga ketahanan dan keberlanjutan perusahaan dalam jangka panjang. Pendekatan ini membedakan organisasi yang sekadar siap di atas kertas, dengan organisasi yang benar-benar tangguh saat krisis terjadi,” tutup Lisa.(*)

Share This Article
news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

slot mahjong

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

psda 438000021

psda 438000022

psda 438000023

psda 438000024

psda 438000025

psda 438000026

psda 438000027

psda 438000028

psda 438000029

psda 438000030

psda 438000031

psda 438000032

psda 438000033

psda 438000034

psda 438000035

psda 438000036

psda 438000037

psda 438000038

psda 438000039

psda 438000040

psda 438000041

psda 438000042

psda 438000043

psda 438000044

psda 438000045

psda 438000046

psda 438000047

psda 438000048

psda 438000049

psda 438000050

psda 438000051

psda 438000052

psda 438000053

psda 438000054

psda 438000055

psda 438000056

psda 438000057

psda 438000058

psda 438000059

psda 438000060

psda 438000061

psda 438000062

psda 438000063

psda 438000064

psda 438000065

cuaca 638000086

cuaca 638000087

cuaca 638000088

cuaca 638000089

cuaca 638000090

cuaca 638000091

cuaca 638000092

cuaca 638000093

cuaca 638000094

cuaca 638000095

cuaca 638000096

cuaca 638000097

cuaca 638000098

cuaca 638000099

cuaca 638000100

article 710000101

article 710000102

article 710000103

article 710000104

article 710000105

article 710000106

article 710000107

article 710000108

article 710000109

article 710000110

article 710000111

article 710000112

article 710000113

article 710000114

article 710000115

article 710000116

article 710000117

article 710000118

article 710000119

article 710000120

article 710000121

article 710000122

article 710000123

article 710000124

article 710000125

article 710000126

article 710000127

article 710000128

article 710000129

article 710000130

article 710000131

article 710000132

article 710000133

article 710000134

article 710000135

article 710000136

article 710000137

article 710000138

article 710000139

article 710000140

article 999990036

article 999990037

article 999990038

article 999990039

article 999990040

article 999990041

article 999990042

article 999990043

article 999990044

article 999990045

article 999990046

article 999990047

article 999990048

article 999990049

article 999990050

article 999990051

article 999990052

article 999990053

article 999990054

article 999990055

article 999990056

article 999990057

article 999990058

article 999990059

article 999990060

article 999990061

article 999990062

article 999990063

article 999990064

article 999990065

cuaca 898100116

cuaca 898100117

cuaca 898100118

cuaca 898100119

cuaca 898100120

cuaca 898100121

cuaca 898100122

cuaca 898100123

cuaca 898100124

cuaca 898100125

cuaca 898100126

cuaca 898100127

cuaca 898100128

cuaca 898100129

cuaca 898100130

cuaca 898100131

cuaca 898100132

cuaca 898100133

cuaca 898100134

cuaca 898100135

article 868100071

article 868100072

article 868100073

article 868100074

article 868100075

article 868100076

article 868100077

article 868100078

article 868100079

article 868100080

article 868100081

article 868100082

article 868100083

article 868100084

article 868100085

article 868100086

article 868100087

article 868100088

article 868100089

article 868100090

article 888000081

article 888000082

article 888000083

article 888000084

article 888000085

article 888000086

article 888000087

article 888000088

article 888000089

article 888000090

article 888000091

article 888000092

article 888000093

article 888000094

article 888000095

article 888000096

article 888000097

article 888000098

article 888000099

article 888000100

article 328000646

article 328000647

article 328000648

article 328000649

article 328000650

article 328000651

article 328000652

article 328000653

article 328000654

article 328000655

article 328000656

article 328000657

article 328000658

article 328000659

article 328000660

news-1701