BONTANG – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bontang menargetkan sedikitnya 100 lowongan pekerjaan tersedia dalam pelaksanaan Job Fair Bontang 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 1–4 September 2026.
Bursa kerja tahunan tersebut diproyeksikan menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Bontang.
Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas serta Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Bontang, Takdir Mannang, mengatakan hingga saat ini sekitar 30 perusahaan diperkirakan akan ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, sebagian besar peserta berasal dari sektor industri, sehingga peluang kerja yang ditawarkan diharapkan mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal.
“Insyaallah target kami 100 lowongan kerja. Mayoritas dari perusahaan industri, baik PT Pupuk Kaltim, anak perusahaannya, maupun PT Badak LNG,” ujar Takdir.
Dalam pelaksanaan Job Fair nanti, Disnaker akan menyediakan stan khusus bagi setiap perusahaan peserta.
Melalui stan tersebut, para pencari kerja dapat langsung berinteraksi dengan perwakilan perusahaan sekaligus menyerahkan berkas lamaran untuk mengikuti proses seleksi.
Skema tersebut diharapkan dapat mempercepat proses rekrutmen sekaligus memudahkan perusahaan dalam menjaring calon tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan.
Selain menyediakan lowongan pekerjaan, Job Fair tahun ini juga akan menghadirkan program pemagangan bagi masyarakat yang ingin menambah pengalaman kerja sebelum memasuki dunia industri.
Berdasarkan informasi awal yang diterima Disnaker, PT Badak LNG berencana membuka kesempatan magang dalam kegiatan tersebut.
Sementara itu, PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) diketahui telah lebih dahulu menjalankan program pemagangan sebagai bagian dari pengembangan sumber daya manusia.
“Informasi awal Badak LNG membuka program pemagangan. Kalau Pupuk Kaltim sudah lebih dulu membuka program itu,” katanya.
Takdir menjelaskan, Disnaker saat ini masih mematangkan berbagai persiapan teknis penyelenggaraan Job Fair, termasuk memastikan dukungan anggaran.
Saat ini, kepastian anggaran masih menunggu pembahasan dan persetujuan dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Meski demikian, ia memastikan pelaksanaan Job Fair tetap berjalan sesuai jadwal karena kegiatan tersebut merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kota Bontang.
Menurutnya, penyelenggaraan Job Fair merupakan arahan langsung dari Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni bersama Wakil Wali Kota Agus Haris sebagai bagian dari upaya menekan angka pengangguran dan memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat di Kota Bontang.
