BONTANG – Pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp 300 ribu untuk warga miskin di Bontang belum terealisasi 3 bulan terakhir. Dari total ribuan penerima bantuan ini baru terdistribusi sebagian.
Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM) beralasan penyaluran masih terkendala administrasi. Dinas masih menunggu harmonisasi Peraturan Wali Kota (Perwali) serta pembuatan vitrual account penerima.
Kepala Dinsos-PM Toetoek Pribadi Ekowati melalui Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial Suratmi mengatakan, total warga yang BLT hampir seribuan orang. Namun, penerima dibagi dalam beberapa kategori diantaranya fakir miskin 470 orang (data masih dinamis), Penyandang Disabilitas ada 290 penerima, 59 lansia dan anak yatim piatu terlantar 110 orang.
Selain fakir miskin, 4 kategori penerima sudah disalurkan BLT sebesar Rp 300 ribu setiap bulan sejak Januari kemarin.
“Jadi hanya 470 Fakir miskin saja yang belum cair. Data juga berkurang. Karena ada penyaringan lagi. Untuk disabilitas, lansia dan yatim piatu juga berkurang tapi nereka sudah cair,” ucap Suratmi.
Lebih lanjut, Surami menjelaskan, pencairan bantuan untuk kelompok miskin rencananya akan dilakukan sekaligus alias rapel 3 bulan berarti mereka akan menerima Rp 900 ribu per orang.
Penyaluran akan berlangsung di Bank KaltimTara. Penyaluran BLT melalui Bankaltimtara. Penerima akan mendapatkan pesan singkat dan membawa fotokopi KTP serta KK untuk melakukan pencairan.
Dalam proses penyaluran pun tidak dikenakan biaya administrasi. Penerima akan mendapatkan full untuk BLT. Selama 1 tahun ke depan. Per orang mendapatkan Rp3,6 juta untuk setahun.
“Untuk pencairan bisa disebar ke 6 Kantor Cabang Bank Kaltim,” pungkasnya.
