Kaltim – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui program visi dan misi Gratis Pol memberikan fasilitas gratis biaya administrasi perumahan bagi masyarakat. Program ini bertujuan membantu warga memperoleh hunian dengan biaya awal yang lebih ringan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPR & PERA) Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda, mengatakan pada tahun sebelumnya pemerintah daerah telah menyiapkan bantuan untuk 1.000 unit rumah. Bantuan tersebut dialokasikan untuk menanggung biaya administrasi perumahan yang diajukan melalui pengembang dan lembaga perbankan.
Namun, realisasi program tersebut belum mencapai target yang ditetapkan pemerintah daerah.
“Program daerah kemarin menyiapkan sekitar 1.000 unit bantuan gratis biaya administrasi perumahan. Tetapi permintaan yang masuk kepada kami hanya sekitar 200 unit,” kata Firnanda, Kamis (5/3/2026).
Ia menegaskan rendahnya realisasi bukan disebabkan keterbatasan anggaran, melainkan karena pengajuan tagihan dari pengembang dan pihak perbankan yang belum sepenuhnya masuk ke pemerintah provinsi.
Menurutnya, mekanisme program ini dilakukan melalui pengembang perumahan yang bekerja sama dengan bank penyalur kredit. Setelah proses administrasi berjalan, pihak bank kemudian mengajukan tagihan biaya administrasi kepada pemerintah daerah.
“Tagihan gratis biaya administrasi itu masuknya dari developer ke bank, kemudian bank yang menagihkannya kepada kami. Jadi jika tidak diajukan, maka tidak tercatat sebagai realisasi,” jelasnya.
Firnanda menambahkan sisa kuota bantuan yang belum terserap pada tahun 2025 masih dapat dimanfaatkan masyarakat pada tahun berikutnya selama program tersebut tetap berjalan.
Untuk tahun 2026, Pemprov Kaltim bahkan telah menambah alokasi bantuan menjadi 2.000 unit rumah. Program ini diharapkan dapat dimanfaatkan lebih optimal oleh masyarakat yang sedang mengakses pembiayaan perumahan.
“Di tahun 2026 kami sudah menyiapkan alokasi 2.000 unit untuk program gratis biaya administrasi perumahan. Realisasinya bergantung pada developer dan perbankan yang mengajukan tagihan kepada kami,” pungkasnya. (bujurnews)
