TENGGARONG – Kebakaran kembali melanda Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur. Kali ini, delapan bangunan, termasuk kantor Bank Kaltimtara, hangus terbakar di Jalan Jenderal Sudirman, RT 7, Desa Muara Muntai Ulu, Kecamatan Muara Muntai, Jumat (9/10/2026) dini hari.
Peristiwa kebakaran tersebut terjadi menjelang pergantian hari, sekitar pukul 00.00 WITA. Kobaran api dengan cepat membesar dan melalap bangunan yang mayoritas terbuat dari material kayu.
Camat Muara Muntai, Mulyadi, menjelaskan berdasarkan laporan warga, api diduga pertama kali muncul dari bangunan rumah yang juga digunakan sebagai toko pakaian dan kosmetik.
Angin kencang serta material bangunan yang mudah terbakar membuat api cepat merambat ke bangunan lain di sekitarnya.
“Yang terbakar rumah pribadi warga, toko dan kantor Bank BPD Kaltimtara,” kata Mulyadi.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, besarnya kobaran api membuat upaya pemadaman awal tidak mampu menghentikan penyebarannya.
Warga kemudian menghubungi petugas penanganan darurat untuk meminta bantuan.
Tim pemadam kebakaran (Damkar) bersama sejumlah relawan tiba di lokasi sekitar 20 menit setelah kebakaran terjadi. Petugas mengerahkan armada dan mesin portabel untuk menjinakkan kobaran api.
Proses pemadaman melibatkan Damkar, relawan dari Desa Muara Muntai Ulu, Muara Muntai Ilir, Pulau Harapan, Rebaq Rinding, Kayu Batu, dan Desa Batuq.
Sejumlah unsur Muspika setempat juga turut membantu, di antaranya Koramil, Polsek, Dinas Perhubungan (Dishub), serta pihak Kecamatan Muara Muntai.
Setelah berjibaku selama kurang lebih 2,5 jam, petugas dan relawan akhirnya berhasil memadamkan api sepenuhnya pada pukul 02.35 WITA.
Mulyadi memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran tersebut. Meski demikian, delapan bangunan, termasuk fasilitas kantor Bank Kaltimtara, dilaporkan hangus terbakar.
Kerugian materiil akibat kebakaran itu diperkirakan mencapai Rp2 miliar.
“Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Untuk bangunan yang terbakar ada delapan rumah termasuk fasilitas bank ikut hangus terbakar. Total kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp2 miliar,” jelasnya.
Sementara itu, personel Polsek Muara Muntai telah mendatangi lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.
Berdasarkan dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting arus listrik di salah satu rumah warga. Namun, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan kepolisian.
“Dugaan sementara api berasal dari korsleting arus listrik di rumah warga, tapi penyebab pasti masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut melalui olah lokasi lanjutan,” pungkas Mulyadi.
