BONTANG – Perayaan Hari Jadi ke-27 Kota Bontang pada Oktober 2026 mendatang akan digelar lebih sederhana.
Pemerintah Kota Bontang memastikan tidak menggelar Bontang City Carnival (BCC) maupun pawai budaya dalam rangkaian perayaan hari jadi tahun ini.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan, keputusan tersebut diambil karena keterbatasan anggaran daerah di tengah kondisi fiskal yang sedang mengalami tekanan.
“BCC dan pawai budaya kami tidak laksanakan tahun ini. Karena tidak ada uangnya,” ucap Neni.
Menurut Neni, rangkaian kegiatan seperti upacara, BCC, dan pawai budaya setidaknya membutuhkan anggaran sekitar Rp1 miliar.
Di tengah kondisi keuangan daerah saat ini, anggaran tersebut dinilai lebih baik dialihkan untuk program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Neni menyebut pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat turut berdampak terhadap kemampuan fiskal Pemkot Bontang.
Karena itu, perayaan HUT ke-27 Kota Bontang nantinya hanya dilaksanakan melalui agenda yang lebih sederhana.
Rencananya, rangkaian kegiatan akan diisi rapat paripurna DPRD serta agenda syukuran secara sederhana.
“Sederhana saja. Alokasi Rp1 miliar mending kami alihkan ke bantuan sosial. Untuk warga miskin. Untuk agenda seremonial lebih baik ditiadakan,” sambungnya.
Diketahui, APBD Kota Bontang tahun 2026 ditetapkan sekitar Rp1,9 triliun.
Menurut Neni, kemampuan anggaran tersebut mengalami penurunan signifikan karena transfer dari pemerintah pusat tidak masuk sesuai kebutuhan daerah.
Total anggaran daerah disebut mengalami pemangkasan hingga hampir Rp1,5 triliun.
Kondisi tersebut membuat Pemkot Bontang harus melakukan penyesuaian terhadap sejumlah agenda dan penggunaan anggaran.
“Mau bagaimana. Pemerintah pusat melakukan efisiensi. Pasti pemda kena lah,” pungkas Neni.
