BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang menerapkan pengaturan khusus bagi pasien hemodialisis yang memiliki penyakit infeksi menular. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan pasien lain maupun tenaga kesehatan selama proses cuci darah berlangsung.
Kepala Ruangan Hemodialisis RSUD Taman Husada Bontang, Salawati, mengatakan pihaknya menyediakan ruangan tersendiri bagi pasien hemodialisis yang terdiagnosis Hepatitis B maupun Hepatitis C.
Pemisahan ruangan tersebut merupakan bagian dari standar pelayanan untuk mencegah risiko penularan selama pasien menjalani tindakan hemodialisis.
“Untuk pasien dengan Hepatitis B dan Hepatitis C, kami siapkan ruangan tersendiri,” kata Salawati.
Selain pasien dengan hepatitis, pengaturan khusus juga diterapkan bagi pasien yang memiliki penyakit tuberkulosis (TBC). Pasien dengan kondisi tersebut disiapkan ruang isolasi sesuai kebutuhan medis dan prosedur pencegahan infeksi.
Hal serupa diberlakukan terhadap pasien dengan HIV. Penanganan dilakukan dengan memperhatikan standar keselamatan dan pencegahan infeksi yang berlaku di fasilitas pelayanan kesehatan.
Salawati menjelaskan, penyekatan dan pengaturan ruang dilakukan bukan untuk membedakan pelayanan pasien, melainkan sebagai langkah pengendalian infeksi.
“Penyekatan ruangan ini dilakukan agar pasien lain tidak tertular,” ujarnya.
Menurutnya, penerapan standar keamanan tersebut menjadi bagian penting dalam pelayanan hemodialisis. Sebab, pasien menjalani prosedur secara rutin sehingga aspek keselamatan dan pencegahan infeksi harus menjadi perhatian.
Salawati menegaskan seluruh prosedur yang diterapkan di Unit Hemodialisis RSUD Taman Husada Bontang mengacu pada standar dan ketentuan pelayanan kesehatan yang berlaku.
“Semua standar yang kami jalankan sesuai dengan aturan,” pungkasnya.
