Bontang – DPRD Kota Bontang menyoroti kontribusi badan usaha milik daerah (BUMD) terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Sejumlah perusahaan daerah dinilai perlu meningkatkan kinerja agar mampu memberikan dividen lebih maksimal kepada pemerintah daerah.
Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan beberapa BUMD di Kota Bontang, mulai dari Perumda Air Minum (PDAM), PT Bontang Migas Energi (BME), hingga PT Laut Bontang Bersinar (LBB).
“BUMD punya peran penting, bukan hanya dalam pelayanan masyarakat tetapi juga mendukung peningkatan PAD,” ujarnya.
Menurut Rustam, penyesuaian tarif dan regulasi di PDAM diharapkan mampu memperbaiki kondisi perusahaan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Mudah-mudahan setelah penyesuaian regulasi dan tarif, pelayanan PDAM semakin baik, peralatan bisa diperbarui, dan ke depan dapat membantu pemerintah melalui kontribusi PAD,” katanya.
Meski begitu, ia menegaskan perusahaan yang bergerak di sektor pelayanan publik memang tidak sepenuhnya berorientasi pada keuntungan. Namun kondisi perusahaan tetap harus sehat agar tidak menjadi beban pemerintah daerah.
“Yang utama tetap kepentingan masyarakat. Tetapi kalau perusahaan bisa memberi kontribusi PAD tentu itu lebih baik,” tuturnya.
Selain PDAM, Rustam juga menaruh harapan besar kepada PT BME, terutama setelah adanya program pemasangan jaringan gas (jargas) di Kota Bontang.
Ia menilai penambahan lebih dari 10 ribu sambungan rumah tangga berpotensi meningkatkan pendapatan perusahaan daerah tersebut.
“Dengan ribuan sambungan jargas baru, peluang peningkatan PAD tentu semakin besar,” terangnya.
Karena itu, Rustam mengingatkan manajemen BME agar tidak hanya fokus pada biaya operasional perusahaan, tetapi juga mulai memikirkan kontribusi dividen bagi pemerintah daerah.
“Keuntungan perusahaan jangan habis untuk operasional saja, tetapi harus disiapkan juga untuk dividen,” pungkasnya.
