Bontang – Pemerintah Kota Bontang terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk menembus pasar global. Salah satunya melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) pemkot Bontang menggelar kegiatan sosialisasi prosedur dan tata cara ekspor yang digelar di Hotel Bintang Sintuk, Selasa (28/4/2026).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Staf Ahli Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan SDM, Lukman, serta dihadiri Kepala Dispopar Bontang, Eko Mashudi. Sejumlah narasumber turut dilibatkan, di antaranya dari Bea Cukai Bontang dan Export Center Balikpapan, serta perusahaan pembina UMKM seperti PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Kaltim Nitrates Indonesia, dan PT Pamapersada Nusantara.
Dalam sambutannya, Eko Mashudi mengungkapkan bahwa UMKM Bontang menunjukkan perkembangan signifikan di pasar internasional. Hal itu tercermin dari capaian pada Trade Expo Indonesia 2025, di mana pelaku UMKM berhasil mengamankan 20 kontrak dagang dan satu nota kesepahaman dengan pembeli luar negeri.
Tak hanya itu, hingga April 2026, produk UMKM Bontang telah menembus berbagai negara seperti Yordania, Australia, Korea, Abu Dhabi, Malaysia, hingga Selandia Baru. Bahkan, dalam kegiatan business matching bersama MIICCI Malaysia di Samarinda, kembali tercatat tiga MoU dan satu Letter of Intent (LoI).
Sementara itu, Lukman menyampaikan apresiasi kepada perusahaan yang aktif membina UMKM. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi kunci dalam memperkuat daya saing pelaku usaha lokal.
“Sinergi ini sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kualitas UMKM,” ujarnya.
Ia menambahkan, kerja sama lintas sektor harus terus diperkuat agar tercipta ekosistem ekonomi yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, pelaku UMKM diharapkan tidak hanya memahami proses ekspor, tetapi juga semakin percaya diri untuk memperluas pasar ke tingkat global.
“Pasar saat ini sudah terbuka luas. Produk lokal harus mampu bersaing dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
