BONTANG – Program Warung Tekan Inflasi (Wartek-In) yang digagas Pemerintah Kota Bontang terus menyasar masyarakat di tingkat kelurahan. Program tersebut menghadirkan kebutuhan pokok dengan harga yang diupayakan lebih terjangkau karena disalurkan dengan harga distributor.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perdagangan (Diskop-UKMPP) Bontang, Eko Arisandi, mengatakan Wartek-In dirancang untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok tanpa harus mendatangi pusat perbelanjaan atau pasar.
Konsepnya dibuat mobile. Wartek-In berpindah dari satu kelurahan ke kelurahan lainnya dan dijadwalkan hadir secara rutin setiap bulan.
“Wartek-In ini mobile. Setiap bulan kami hadir di kelurahan-kelurahan,” kata Eko.
Menurutnya, masyarakat dapat datang langsung ke lokasi Wartek-In untuk membeli kebutuhan pokok yang tersedia. Warga juga dipersilakan membeli sesuai kebutuhan, sehingga distribusi barang dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Sejumlah bahan pokok yang dijual dalam program tersebut berasal dari Perum Bulog. Selain itu, Diskop-UKMPP juga menggandeng distributor lokal untuk memenuhi kebutuhan komoditas yang disiapkan dalam kegiatan tersebut.
Keterlibatan Bulog dan distributor lokal menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga ketersediaan bahan pokok sekaligus memberikan pilihan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
Eko menilai pola penjualan langsung kepada masyarakat melalui Wartek-In memberikan manfaat, terutama ketika harga sejumlah kebutuhan pokok mengalami perubahan di pasaran.
“Warga bisa datang dan membeli secukupnya sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Ia mengatakan, program tersebut akan terus dijalankan secara berkala dengan menyasar kelurahan yang berbeda.
Selain membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok, Wartek-In juga menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi di Kota Bontang.
“Perintah ibu Wali Kota ialah pemerintah harusnhadir di tengsh masyarakat,” pungkasnya.
