Di Tengah Gejolak Penurunan Anggaran, 50 Program Unggulan Kutim Ini Jadi Prioritas

Redaksi Radarkaltim
2 Min Read

Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memastikan 50 program unggulan kepala daerah tetap menjadi skala prioritas meskipun terjadi pengurangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten Kutai Timur, Noviari Noor, menjelaskan bahwa 50 program tersebut merupakan bagian dari program unggulan kepala daerah yang telah dirumuskan secara terstruktur, lengkap dengan kegiatan dan penanggung jawabnya.

“Di dalam 50 program itu sudah tertulis program dan juga kegiatannya. Untuk menjabarkan kegiatan tersebut, dilakukan pemetaan, termasuk siapa yang melaksanakan dan siapa yang bertanggung jawab di setiap objek,” ujarnya dalam wawancara, Rabu (18/02/2026).

Ia mencontohkan program pembangunan cetak sawah yang secara teknis berada di bawah sektor pertanian. Namun dalam pelaksanaannya, terdapat perangkat daerah pendukung seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air yang turut berperan.

Menurutnya, seluruh program yang telah masuk dalam daftar 50 program unggulan otomatis menjadi bagian dari skala prioritas pembangunan daerah.

“Karena sudah masuk dalam program 50 itu, tentu menjadi skala prioritas,” tegasnya.

Baca Juga:  Pria Diterkam Buaya di Poros Bontang-Sangatta, Masukkan Tangan ke Mulut Buaya Demi Bisa Selamat

Terkait pengurangan APBD, Noviari menyebut pemerintah daerah tetap berpegang pada dokumen perencanaan yang telah disusun, seperti Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Kita tetap merumuskan perencanaan dan penganggaran sesuai kemampuan anggaran yang ada. Meski berkurang, kita tetap memprioritaskan kegiatan yang sudah tersusun dalam RKPD dan RPJMD,” jelasnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan pembangunan jangka menengah tetap berjalan melalui penyusunan rencana kerja pemerintah daerah setiap tahun, tanpa mengurangi substansi program yang telah ditetapkan.

Dengan strategi tersebut, Pemkab Kutai Timur optimistis percepatan pembangunan daerah tetap dapat berjalan efektif meskipun menghadapi keterbatasan anggaran. (bujurnews)

Share This Article