Makassar – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan sebanyak 1.720 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara operasionalnya di seluruh Indonesia. Meski demikian, ribuan SPPG tersebut tetap menerima insentif sebesar Rp 6 juta per hari.
Menurut Dadan, insentif tetap diberikan karena SPPG masih menjalankan sejumlah aktivitas sambil menunggu pemenuhan persyaratan operasional. “Untuk yang sementara tetap diberi insentif,” ujarnya usai meresmikan pembangunan SPPG di Universitas Hasanuddin.
Ia menjelaskan, dapur MBG yang telah memenuhi standar kualitas, layanan, dan kelengkapan sertifikat dapat segera kembali beroperasi. Proses reaktivasi pun disebut tidak memakan waktu lama, bahkan ditargetkan rampung dalam waktu sekitar satu bulan jika seluruh syarat terpenuhi.
Sebelumnya, Dadan turut menghadiri peluncuran SPPG Tamalanrea 14 yang diinisiasi Unhas di Makassar pada Selasa (28/4). Peresmian tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, bersama Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa.
Program MBG sendiri menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan di berbagai daerah.
