BONTANG – Persoalan banjir rob di Bontang Kuala yang kerap melumpuhkan akses jalan utama mulai ditangani. Pemerintah Kota (Pemkot Bontang) menyiapkan anggaran Rp40 miliar untuk pembangunan trotoar pada 2027 mendatang.
Kepala Dinas PUPR Bontang, Edy Prabowo, mengatakan pembangunan trotoar akan dilakukan bertahap di satu sisi jalan. Infrastruktur yang dibangun memiliki panjang sekitar 900 meter, lebar 1,5 meter, dan ketinggian 60 sentimeter dari badan jalan.
“Sudah sangat prioritas. Pembangunan dimulai dari satu sisi dulu,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Edy mengungkapkan, akses utama menuju Bontang Kuala merupakan jalan nasional yang menjadi kewenangan pemerintah pusat. Namun hingga kini, usulan peningkatan jalan belum mendapat kepastian.
Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Bontang menyiapkan anggaran melalui APBD 2027.
“Kami antisipasi jika pemerintah pusat tidak mengakomodir,” tegasnya.
Sebelum proyek dimulai, pemerintah akan melakukan sterilisasi lahan. Hal ini karena masih terdapat sejumlah bangunan di sekitar lokasi rencana pembangunan trotoar.
Koordinasi dengan pihak kelurahan akan dilakukan untuk memastikan tidak ada konflik lahan saat proyek berjalan.
Sebelumnya, Pemkot Bontang juga telah melobi Kementerian Pekerjaan Umum agar membantu penanganan banjir rob di kawasan tersebut.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan pentingnya dukungan pusat mengingat Bontang merupakan daerah penyumbang devisa negara.
Proyek pembangunan trotoar Bontang Kuala 2027 diharapkan menjadi solusi jangka panjang mengatasi banjir rob sekaligus memperlancar akses menuju kawasan wisata bahari.
