ISPA Meningkat, Pemprov Kaltim Siapkan Pos Layanan Oksigen untuk Warga

Redaksi Wy
3 Min Read

SAMARINDA – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih memicu kabut asap di sejumlah wilayah.

 

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim melalui Dinas Kesehatan memperkuat kesiapsiagaan fasilitas kesehatan dan menyiapkan dukungan peralatan oksigen untuk membantu penanganan warga yang mengalami gangguan pernapasan.

 

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kaltim yang dipublikasikan pada 21 Oktober 2026, akumulasi kasus ISPA di 10 kabupaten/kota mencapai 327.160 kasus hingga 18 Oktober 2026. Angka tersebut merupakan jumlah kumulatif dan tidak berarti seluruh kasus disebabkan langsung oleh kabut asap karhutla.

 

Dalam pemantauan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), jumlah suspek ISPA mencapai 12.226 kasus pada Minggu Epidemiologi ke-40 tahun 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 11,9 persen dibandingkan pekan sebelumnya.

 

Kota Balikpapan mencatat jumlah kasus kumulatif tertinggi dengan 91.895 kasus, disusul Samarinda sebanyak 65.982 kasus dan Kutai Kartanegara sebanyak 42.614 kasus.

Baca Juga:  ISPA Tembus 9.000 Kasus, Dinkes Kaltim Siagakan Rumah Oksigen di 20 Puskesmas

 

Dinas Kesehatan Kaltim memperkuat kesiapan layanan kesehatan untuk mengantisipasi dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat. Salah satu langkahnya adalah menyalurkan 10 unit mesin oxygen concentrator dari Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan ke puskesmas di wilayah prioritas.

 

Peralatan tersebut diharapkan mendukung penanganan awal pasien dengan gangguan pernapasan akut sesuai indikasi medis. Pemerintah juga memperkuat pemantauan dan pelaporan kondisi kedaruratan kesehatan melalui sistem surveilans.

 

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kaltim telah menyiagakan Rumah Oksigen di 20 puskesmas yang tersebar di 10 kabupaten/kota. Fasilitas ini disiapkan sebagai bagian dari langkah antisipasi terhadap kemungkinan meningkatnya gangguan pernapasan akibat kabut asap karhutla.

 

Penguatan layanan tersebut menjadi penting agar warga yang mengalami keluhan pernapasan dapat memperoleh pemeriksaan dan penanganan medis dengan lebih cepat.

 

Paparan partikel halus dari asap karhutla, debu, serta kondisi cuaca panas dapat memperburuk kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan. Karena itu, kelompok rentan seperti balita, anak-anak, lansia, dan warga yang memiliki penyakit penyerta perlu mendapat perhatian lebih.

Baca Juga:  Dekat Kawasan Hutan, BPBD Pilih Indominco Jadi Lokus Apel Kesiapsiagaan Karhutla

 

Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk. Jika harus beraktivitas di luar, gunakan masker yang sesuai dan hindari kegiatan fisik berat di area berasap.

 

Warga juga disarankan menutup pintu dan jendela saat asap masuk ke lingkungan permukiman serta menjaga udara di dalam rumah tetap bersih.

 

Apabila mengalami batuk berkepanjangan, sesak napas, demam, atau keluhan pernapasan yang memburuk, warga sebaiknya segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat. Sesak napas berat membutuhkan pertolongan medis segera.

 

Pemprov Kaltim terus mendorong koordinasi lintas sektor agar upaya pencegahan dan penanganan ISPA berjalan seiring dengan penanggulangan karhutla. Langkah tersebut diharapkan dapat menekan risiko gangguan kesehatan sekaligus memastikan masyarakat tetap memperoleh layanan medis di tengah kondisi udara yang belum sepenuhnya pulih.

Share This Article