Laut Beras Basah Bontang Kembali Tercemar Minyak Hitam, Wisata Bahari Terancam

Redaksi Wy
3 Min Read
BONTANG – Pencemaran di perairan Pulau Beras Basah, Kota Bontang, Kalimantan Timur, kembali terjadi. Perairan yang menjadi salah satu destinasi wisata andalan daerah itu dilaporkan dipenuhi lapisan minyak berwarna hitam.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disporapar-Ekraf) Kota Bontang, Eko Mashudi, mengatakan pihaknya pertama kali menerima aduan pencemaran pada Sabtu (10/10/2026). Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui pengambilan dan pengujian sampel oleh dinas terkait.

 

Beberapa hari setelah laporan pertama, Disporapar-Ekraf kembali menerima aduan serupa dari pedagang dan wisatawan yang beraktivitas di Pulau Beras Basah. Meski volume pencemaran disebut tidak separah kejadian sebelumnya, kondisi tersebut tetap menjadi perhatian.

 

Informasi terbaru itu telah diteruskan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangannya.

 

“ Terkadang kalau arus mengarah ke Beras Basah, ada terlihat semacam lapisan minyak di atas perairan. Biasanya terlihat di pagi hari. Tapi tidak setiap hari. Tergantung arus dan angin juga,” ujar Eko, Senin (19/10/2026).

Baca Juga:  SMPN 7 Bontang Pastikan Terima Siswa Inklusi di SPMB 2026, Kuota 5 Persen Disiapkan

 

Sebelumnya, DLH Kota Bontang telah merilis hasil uji laboratorium terhadap sampel air laut di perairan Pulau Beras Basah. Pengujian tersebut menemukan kandungan minyak serta sejumlah parameter logam berat yang melampaui ambang batas baku mutu.

 

Kepala DLH Bontang, Heru Triatmojo, melalui Kepala Laboratorium DLH, Suryadi, menjelaskan bahwa dari tiga sampel yang diperiksa, ditemukan kandungan minyak (oil) di dalam air.

 

Selain itu, hasil pengujian menunjukkan parameter seng (Zn) dan timbal (Pb) berada di atas baku mutu yang ditetapkan. Kondisi tersebut berpotensi mengancam ekosistem laut dan kegiatan wisata bahari di kawasan tersebut.

 

“Hasilnya menunjukkan parameter seng (Zn) dan timbal (Pb) melebihi baku mutu. Kemudian wisata bahari dan biota laut terancam sesuai dengan Lampiran VIII PP Nomor 22 Tahun 2021,” kata Suryadi.

 

Temuan tersebut menjadi perhatian karena Pulau Beras Basah merupakan salah satu destinasi wisata bahari yang mengandalkan keindahan perairan dan ekosistem lautnya.

 

Berulangnya laporan lapisan minyak di kawasan itu juga menimbulkan pertanyaan mengenai sumber pencemaran dan langkah penanganan lanjutan. Namun, penyebab pencemaran belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang disampaikan.

Baca Juga:  Pulau Beras Basah Bontang Tercemar, Laut Dipenuhi Tumpahan Minyak

 

DLH diharapkan dapat menindaklanjuti laporan terbaru serta melakukan pemantauan untuk mengetahui kondisi terkini perairan Pulau Beras Basah.

Share This Article