BONTANG — Puluhan warga menggelar aksi demonstrasi di Kantor PLN Bontang di Jalan MT Haryono, Kamis (17/9/2026) pagi. Aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap pemadaman listrik bergilir yang dinilai terus terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
Koordinator aksi, Udin Mulyono, mengatakan demonstrasi digelar karena masyarakat sudah merasa kecewa dengan kondisi listrik yang kerap padam selama berjam-jam.
Dalam orasinya, Udin meminta PLN segera memberikan solusi terhadap persoalan pemadaman bergilir yang berdampak pada aktivitas masyarakat.
“Kasihan warga setiap hari mati listrik sampai berjam-jam,” ucap Udin.
Massa juga menyampaikan tuntutan agar pimpinan PLN turun langsung menemui dan menjelaskan kondisi kelistrikan yang terjadi di Bontang.
Dalam aksi tersebut, sejumlah warga mempertanyakan alasan PLN yang menyebut pemadaman bergilir berkaitan dengan gangguan pada interkoneksi jaringan Mahakam.
Massa menduga alasan tersebut perlu dijelaskan secara terbuka oleh PLN. Mereka juga menyoroti berkurangnya intensitas pemadaman menjelang pelaksanaan demonstrasi.
“Mau aksi baru dihentikan pemadamannya. Ini akal-akalan. Kami minta petinggi PLN turun,” sambung Udin.
Dugaan tersebut merupakan pernyataan dari peserta aksi dan belum mendapatkan tanggapan dari pihak PLN dalam audiensi terbuka.
Ketegangan dalam aksi kemudian meningkat. Sejumlah peserta melemparkan telur busuk ke arah kantor PLN Bontang.
Aksi tersebut disebut sebagai bentuk kekecewaan dan simbol protes terhadap pemadaman listrik yang dirasakan masyarakat.
Setelah melakukan aksi di depan kantor PLN, perwakilan massa kemudian diterima untuk berdiskusi dengan jajaran pimpinan PLN Bontang.
Namun, proses audiensi berlangsung secara tertutup. Awak media tidak diperkenankan mengikuti jalannya pertemuan sehingga hasil pembahasan antara warga dan pihak PLN belum diketahui secara terbuka.
Massa sebelumnya meminta PLN memberikan penjelasan terkait penyebab pemadaman bergilir sekaligus memastikan adanya solusi agar gangguan listrik tidak terus berulang dan mengganggu aktivitas warga Bontang.
