28 Titik Api Jadi Sasaran, Helikopter Water Bombing Kaltim Bergerak dari Samarinda hingga Kukar

Redaksi Wy
3 Min Read

KALTIM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerapkan strategi operasi udara dinamis untuk menekan lonjakan titik api dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Strategi tersebut dilakukan dengan mengerahkan helikopter pengebom air atau water bombing secara estafet ke sejumlah wilayah yang terdeteksi memiliki titik panas maupun kebakaran aktif.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim) Buyung Dodi Gunawan mengatakan, pola operasi udara disesuaikan dengan perkembangan hotspot dan kondisi kebakaran di lapangan.

Menurutnya, pergerakan helikopter akan dilakukan secara dinamis agar penanganan dapat diarahkan ke wilayah yang membutuhkan dukungan pemadaman udara.

“Langkah ini diharapkan dapat membantu mempercepat penanganan sekaligus mencegah api meluas dan menimbulkan dampak kabut asap yang lebih besar,” kata Buyung dalam rapat operasi udara yang digelar secara hibrida bersama BPBD kabupaten/kota, BMKG, dan satgas gabungan, Rabu (9/9/2026).

Sebelumnya, helikopter melakukan patroli sekaligus pengeboman air di wilayah Samarinda pada Selasa (8/9/2026).

Selanjutnya, pada Rabu (9/9/2026), fokus operasi pemadaman udara diarahkan ke Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Sasaran mencakup wilayah pantai hingga luar pantai untuk mendukung tim darat yang melakukan pengecekan langsung atau ground check.

Buyung meminta BPBD kabupaten/kota lainnya meningkatkan kesiapsiagaan. Pasalnya, operasi pemadaman udara akan digeser secara estafet menuju sejumlah wilayah di bagian barat hingga utara Kaltim.

Baca Juga:  RDMP Balikpapan Diresmikan, Kilang Minyak Terbesar di Indonesia

“Kami mohon BPBD Kutai Barat bersiap menetapkan titik lokasi sasaran karena rencana besok operasi digeser ke Kutai Barat. Jika belum memungkinkan, opsi cadangan diarahkan ke Penajam Paser Utara dan Paser, baru kemudian berlanjut ke Berau,” ujarnya.

Pola tersebut memungkinkan pengerahan helikopter mengikuti perkembangan titik api, sehingga dukungan pemadaman udara dapat diberikan pada wilayah yang dinilai membutuhkan penanganan lebih cepat.

Di sisi lain, Pendamping Penanggulangan Karhutla BNPB untuk Kalimantan Timur, Riski, mengapresiasi kerja Satgas Gabungan di daerah dalam menghadapi ancaman karhutla.

Namun, ia menekankan pentingnya pembaruan data titik panas dan titik api secara berkala. Akurasi koordinat menjadi salah satu faktor penting agar helikopter dapat menentukan sasaran water bombing secara tepat.

“Kami sangat membutuhkan pembaruan laporan dari daerah setiap harinya, terutama pada pagi dan sore hari. Data presisi hotspot dan firespot tersebut sangat vital bagi tim udara dalam menentukan target pengeboman air secara tepat dan efektif di lapangan,” kata Riski.

Melalui operasi udara secara estafet tersebut, Pemprov Kaltim dan BNPB berupaya memutus penyebaran titik api selama musim kemarau.

Baca Juga:  Asap Karhutla Kaltim Mengancam Kesehatan, Kasus ISPA Tembus 9.445

Selain mempercepat pemadaman, strategi ini ditujukan untuk mencegah kebakaran meluas serta mengurangi risiko kabut asap yang dapat berdampak terhadap masyarakat di sejumlah wilayah Kaltim.

Share This Article