Mata Panda Bukan Cuma karena Kurang Tidur, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Mukti Ali
6 Min Read

RADARKALTIM .CO -Mata panda atau lingkaran gelap di bawah mata kerap dianggap sebagai tanda seseorang kurang tidur. Padahal, kondisi tersebut tidak selalu disebabkan oleh kurang tidur. Ada berbagai faktor lain yang dapat membuat area bawah mata tampak lebih gelap, mulai dari faktor genetik, pertambahan usia, alergi, hingga kondisi kesehatan tertentu.

Mata panda terjadi ketika kulit di bawah kedua mata terlihat lebih gelap dibandingkan area kulit di sekitarnya. Warna lingkaran gelap ini dapat berbeda pada setiap orang, mulai dari keunguan, kebiruan, cokelat tua hingga kehitaman, tergantung warna kulit masing-masing.

Penyebab Mata Panda

Selain kurang tidur dan kelelahan, sejumlah kondisi dapat menyebabkan atau memperparah tampilan mata panda. Beberapa di antaranya adalah alergi, termasuk alergi musiman, gangguan tiroid, kekurangan zat besi atau anemia defisiensi besi, serta dehidrasi.

Penggunaan obat tetes mata tertentu untuk glaukoma, seperti bimatoprost dan latanoprost, juga dapat menyebabkan perubahan warna di sekitar mata sebagai efek samping.

Kebiasaan sehari-hari juga berpengaruh. Merokok, terlalu banyak mengonsumsi alkohol, serta stres dapat membuat mata panda terlihat semakin jelas.

Menariknya, bagian bawah mata yang tampak gelap tidak selalu merupakan perubahan warna kulit. Dalam beberapa kasus, tampilan tersebut bisa berasal dari bayangan akibat kelopak mata yang membengkak atau cekungan di bawah mata yang dikenal sebagai tear trough. Kondisi ini dapat semakin terlihat seiring bertambahnya usia.

Siapa yang Lebih Berisiko Mengalami Mata Panda?

Baca Juga:  6 Tempat Gym Terbaik di Bontang 2026, Fasilitas Lengkap untuk Pemula hingga Atlet

Mata panda dapat dialami siapa saja, tetapi beberapa kelompok memiliki risiko lebih tinggi. Orang dengan kulit lebih gelap cenderung lebih rentan karena perbedaan tingkat pigmentasi kulit.

Orang lanjut usia juga dapat mengalami mata panda akibat menipisnya kulit dan berkurangnya lapisan lemak di sekitar mata. Selain itu, faktor genetik turut berperan. Seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan mata panda dapat memiliki kecenderungan serupa.

Cara Mengatasi Mata Panda di Rumah

Untuk mata panda ringan hingga sedang, perubahan gaya hidup dan perawatan sederhana di rumah dapat membantu mengurangi tampilannya.

1. Tidur cukup dan berkualitas

Kurang tidur dapat membuat mata panda semakin terlihat. Usahakan mendapatkan waktu tidur yang cukup setiap malam. Meninggikan posisi kepala dengan bantal tambahan juga dapat membantu mengurangi pembengkakan di sekitar mata.

2. Kompres dingin

Kompres dingin pada area bawah mata dapat membantu mengurangi pembengkakan dan membuat pembuluh darah yang terlihat menjadi kurang menonjol. Gunakan kain bersih yang dibasahi air dingin atau benda dingin yang dibungkus kain lembut.

3. Menggunakan irisan mentimun

Irisan mentimun yang ditempelkan pada mata dipercaya dapat memberikan efek menenangkan dan membantu mengurangi pembengkakan. Namun, efektivitasnya dalam menghilangkan mata panda belum memiliki bukti ilmiah yang kuat.

4. Menggunakan kantong teh

Kantong teh yang sudah digunakan dapat didinginkan terlebih dahulu sebelum ditempelkan pada mata. Kandungan kafein dalam teh dipercaya dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah di sekitar mata.

Baca Juga:  Lipstick Effect di Tengah Ekonomi Sulit, Peluang Brand Tawarkan Kemewahan Terjangkau

5. Pijat wajah secara ringan

Pijatan lembut di sekitar area mata dapat membantu memperbaiki sirkulasi. Namun, hindari memberikan tekanan berlebihan karena kulit di sekitar mata sangat tipis dan sensitif.

6. Gunakan skincare dengan kandungan antioksidan

Produk perawatan kulit yang mengandung bahan seperti vitamin C dan vitamin E dapat membantu merawat kulit sekaligus menyamarkan tampilan lingkaran gelap pada sebagian orang.

7. Gunakan produk khusus mata panda

Beberapa produk untuk area bawah mata mengandung bahan seperti kafein, vitamin K, atau asam kojik yang ditujukan untuk membantu mengurangi tampilan lingkaran hitam.

8. Gunakan concealer

Jika membutuhkan solusi instan, penggunaan concealer dapat membantu menyamarkan mata panda. Namun, cara ini hanya menutupi tampilan lingkaran gelap dan tidak mengatasi penyebabnya.

9. Jangan lupakan tabir surya

Paparan sinar ultraviolet dapat memperburuk hiperpigmentasi pada kulit. Gunakan tabir surya spektrum luas dengan SPF minimal 30 dan lindungi area sekitar mata dengan kacamata hitam yang memiliki perlindungan UV.

10. Berhenti merokok dan batasi alkohol

Merokok dan konsumsi alkohol berlebihan dapat memperburuk tampilan mata panda. Mengurangi atau menghentikan kedua kebiasaan tersebut dapat membantu menjaga kesehatan kulit.

11. Atasi kondisi medis yang mendasari

Jika mata panda berkaitan dengan alergi, eksim, melasma, gangguan tiroid, anemia, atau kondisi kesehatan lainnya, penyebab tersebut perlu ditangani. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.

Baca Juga:  Code Blue di Rumah Sakit, Jadi Alaram Saat Pasien Alami Henti Jantung

Kapan Mata Panda Perlu Mendapatkan Perawatan Medis?

Jika mata panda tidak membaik meski sudah memperbaiki pola tidur dan melakukan perawatan sederhana, konsultasi dengan dokter kulit atau dermatolog dapat menjadi pilihan.

Dokter dapat membantu menentukan penyebab lingkaran gelap dan memberikan pilihan perawatan yang sesuai. Area bawah mata sangat sensitif sehingga prosedur medis sebaiknya dilakukan oleh tenaga medis yang kompeten dan bersertifikat.

Pada kasus mata panda yang muncul sebagai efek samping obat glaukoma seperti bimatoprost, perubahan tersebut dapat membaik setelah obat dihentikan sesuai arahan dokter. Jangan menghentikan obat glaukoma sendiri tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Cara Mencegah Mata Panda

Mencegah mata panda dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:

Tidur cukup dan berkualitas.

Mengelola stres.

Menggunakan kacamata hitam dengan perlindungan UV.

Menggunakan tabir surya di area sekitar mata dengan hati-hati.

Berhenti merokok.

Mengurangi konsumsi alkohol.

Menjaga tubuh tetap terhidrasi.

Menangani alergi atau kondisi kesehatan yang dapat memicu lingkaran hitam di bawah mata.

Kesimpulannya, mata panda tidak selalu menjadi tanda kurang tidur. Faktor genetik, usia, pigmentasi kulit, alergi, dehidrasi, kebiasaan sehari-hari, hingga kondisi medis tertentu juga dapat menjadi penyebabnya. Karena itu, mengetahui penyebabnya merupakan langkah penting agar cara mengatasi mata panda yang dipilih bisa lebih tepat.

Share This Article