Karhutla di Bengkayang Kalbar Meluas hingga 48 Ruko Terbakar, Jalan Nasional Lumpuh

Redaksi Wy
3 Min Read

Kalbar – Kebakaran hebat melanda kawasan Pasar Sungai Duri, Desa Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat (Kalbar), Kamis (20/8/2026) malam.

Api mulai terlihat sekitar 18.15 WIB dari deretan pertokoan yang berada di tengah permukiman padat. Kobaran api dengan cepat membesar dan merambat dari satu bangunan ke bangunan lainnya.

Kepala Desa Sungai Duri, Heriyanto, mengatakan berdasarkan data sementara, sebanyak 48 rumah toko (ruko) terbakar dalam peristiwa tersebut.

“Informasi sementara jumlah ruko yang terbakar 48 ruko. Sampai saat ini masih dilakukan pendinginan,” ujar Heriyanto, Kamis malam.

Tiupan angin kencang serta mayoritas bangunan yang menggunakan material kayu membuat api semakin cepat menjalar. Bahkan, kobaran api dilaporkan telah menyeberang ke deretan bangunan di sisi lain jalan.

Besarnya kobaran api membuat proses pemadaman membutuhkan dukungan dari berbagai wilayah. Sekitar 60 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi.

Bantuan datang dari sejumlah daerah, mulai dari Sambas, Pemangkat, Selakau, Singkawang, Sungai Jawi, hingga sejumlah wilayah di sekitar Pontianak, Mempawah, dan sekitarnya.

Baca Juga:  Dapur MBG Masuk Lapas dan Rutan, Narapidana Direkrut Dan Digaji. Siap Beroperasi Akhir Mei 2026

Petugas tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga membuat penyekatan agar api tidak semakin meluas ke permukiman warga.

“Tim pemadam kurang lebih ada 60 unit. Mulai dari Sambas, Pemangkat, Selakau, Singkawang, Sungai Jawi, Wasu, kemudian dari arah Pontianak juga hadir, sampai Pinyoh, Peniti, Segedong, Purun dan Mempawah,” jelas Heriyanto.

Hingga sekitar pukul 22.00 WIB, kobaran api telah berhasil dikendalikan dan petugas mulai melakukan proses pendinginan.

Kebakaran juga berdampak terhadap arus transportasi di jalur utama Pontianak-Singkawang.

Jalan nasional yang melintasi kawasan Pasar Sungai Duri ditutup sementara untuk alasan keselamatan sekaligus memberikan ruang bagi puluhan kendaraan pemadam menuju lokasi.

Penutupan tersebut menyebabkan arus kendaraan dari kedua arah mengalami kemacetan panjang. Akses transportasi di jalur Pontianak-Singkawang pun sempat lumpuh.

Hingga proses pemadaman dan pendinginan berlangsung, penyebab kebakaran belum diketahui.

Heriyanto mengatakan informasi awal dari masyarakat menyebut api pertama kali terlihat dari salah satu ruko di bagian tengah deretan pertokoan.

“Sumber api belum diketahui. Informasi dari masyarakat, api berasal dari bagian tengah deretan ruko yang terbakar, tetapi belum diketahui asal maupun penyebabnya,” katanya.

Baca Juga:  Cegah Kebakaran Permukiman dan Karhutla, BPBD Pasang 10 Papan Imbauan di Titik Rawan

Petugas masih melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang dapat kembali memicu kebakaran.

“Sekitar pukul 22.00 WIB sudah mulai pendinginan. Alhamdulillah,” pungkas Heriyanto.

Share This Article