Konselor Menyusui RSUD Taman Husada Sebut Terlambat Beri MPASI, Anak Berisiko Sulit Lepas dari ASI

Redaksi Radarkaltim
2 Min Read

BONTANG – Orang tua diingatkan untuk tidak terlambat mengenalkan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) kepada bayi setelah berusia enam bulan.

Keterlambatan pemberian MPASI, dikhawatirkan dapat memengaruhi kemampuan makan hingga mengganggu pertumbuhan anak.

Dokter Umum dan Konselor Menyusui RSUD Taman Husada Kota Bontang, Siti Aisyatur Ridha, menuturkan bayi yang terus bergantung pada ASI tanpa dikenalkan makanan pendamping sesuai usianya berisiko lebih sulit lepas dari kebiasaan menyusu.

“Kalau anak tidak dikenalkan makanan pendamping setelah usia enam bulan, dikhawatirkan akan susah melepaskan ASI. Bahkan, bisa terus bergantung pada ASI hingga lebih dari usia dua tahun,” ungkpany, Selasa (4/8/2026).

Menurutnya, pemberian MPASI harus dilakukan secara bertahap sesuai perkembangan usia bayi. Dimulai dari makanan bertekstur lembut, kemudian meningkat menjadi makanan yang lebih padat seiring bertambahnya kemampuan anak mengunyah.

“Awalnya bisa dengan bubur susu, kemudian makanan yang disaring, selanjutnya tim, dan seterusnya. Semua dilakukan bertahap. Proses ini juga untuk melatih anatomi mulut serta kemampuan bayi dalam mengunyah makanan,” tambahnya.

Baca Juga:  Warga Diminta Lebih Waspada, BPBB Bontang Pasang Plang Peringatan Buaya di Tiga Kelurahan

Dokter Ridha menjelaskan, keterlambatan mengenalkan MPASI bukan hanya berdampak pada kebiasaan makan, tetapi juga dapat memengaruhi tumbuh kembang anak karena kebutuhan nutrisi setelah usia enam bulan tidak lagi dapat dipenuhi hanya dari ASI.

“Kalau tidak dikenalkan, nanti bisa mengganggu pertumbuhan anak, jadi memang ada waktunya dikenalkan makanan pendamping ASI,” tegasnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bayi yang masih berusia di bawah enam bulan cukup diberikan ASI eksklusif tanpa tambahan makanan atau minuman lain.

“Tapi kalau belum waktunya di bawah 6 bulan cukup ASI saja, tidak perlu pakai yang lainnya. Dan kalaupun ibu-ibu khususnya di Kontang Bontang ada masalah, silakan bertanya pada yang kompete,” jelasnya.

Share This Article