BONTANG -Banjir rob masih terjadi di sejumlah wilayah pesisir Kota Bontang pada hari kedua, Selasa (16/6/2026) pagi. Kawasan pesisir Kelurahan Bontang Kuala menjadi salah satu wilayah yang terdampak cukup besar akibat tingginya pasang air laut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang, Usman, melalui Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Kaspul Anwar mengatakan genangan air laut menutupi sebagian jalur utama yang selama ini menjadi akses masyarakat untuk beraktivitas.
“Mobilitas masyarakat terganggu, terutama saat warga berangkat bekerja maupun menjalankan aktivitas ekonomi,” ujarnya.
Menurut Kaspul, warga pesisir diminta tetap waspada karena potensi genangan masih dapat terjadi selama periode pasang laut tinggi berlangsung.
Berdasarkan prakiraan BMKG, puncak pasang air laut pada Selasa pagi diperkirakan mencapai sekitar 2,8 meter dan terjadi sekitar pukul 07.00 Wita. Kondisi tersebut menyebabkan air kembali menggenangi sejumlah kawasan permukiman dan akses jalan di wilayah pesisir.
BPBD Bontang mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan aktivitas dengan kondisi di lapangan serta lebih berhati-hati saat melintasi jalan yang tergenang.
“Orang tua juga kami ingatkan untuk mengawasi anak-anak agar tidak bermain di area yang terdampak banjir rob,” katanya.
Selain Bontang Kuala, warga di wilayah pesisir lainnya juga diminta terus memantau perkembangan pasang surut air laut. BPBD memastikan pemantauan lapangan terus dilakukan hingga kondisi kembali normal.
“Sejauh ini dampak yang paling dirasakan adalah terganggunya akses jalan dan aktivitas warga di kawasan pesisir, khususnya Bontang Kuala,” tutupnya.
Dari pantauan media ini, genangan air masih menutupi sebagian jalan utama di Bontang Kuala hingga pagi hari. Sejumlah warga memilih menunggu air surut sebelum melanjutkan aktivitas, sementara sebagian lainnya nekat menerobos genangan dengan berjalan dan mengendarai sepeda motor di sisi trotoar ulin yang masih bisa dilalui untuk mencapai tujuan mereka. Situasi tersebut menyebabkan aktivitas masyarakat berjalan lebih lambat dibanding hari biasa.
