BONTANG – Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD dan MI Kota Bontang berkolaborasi dengan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Kalimantan Timur menggelar pelatihan peningkatan kompetensi kepala sekolah selama dua hari.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Andu Safa Muha, mengapresiasi inisiatif mandiri para kepala sekolah di tengah keterbatasan anggaran pemerintah untuk program peningkatan kapasitas tenaga pendidik.
Menurutnya, kondisi fiskal daerah saat ini membuat banyak program pendidikan mengalami penyesuaian dan pengurangan anggaran. Meski begitu, para kepala sekolah tetap menunjukkan komitmen meningkatkan mutu pendidikan melalui pelatihan mandiri.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena murni inisiatif K3S bersama BGTK Kaltim,” ujar Andu Safa Muha, Rabu (13/5/2026).
Ia menjelaskan, pelatihan peningkatan kompetensi kepala sekolah sebenarnya dapat menjadi program pemerintah daerah. Namun karena keterbatasan biaya pada 2026, peluang tersebut dimanfaatkan oleh K3S dengan menggandeng BGTK Kaltim agar kegiatan tetap terlaksana.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi langkah positif untuk menjaga kualitas pendidikan di Kota Bontang, khususnya dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi kepala sekolah SD dan MI.
“Seharusnya ini bisa menjadi program pemerintah, tetapi karena keterbatasan anggaran akhirnya teman-teman kepala sekolah mengambil inisiatif sendiri,” terangnya.
Andu Safa Muha juga mengakui bahwa pada 2026 Disdikbud Bontang belum memiliki program khusus peningkatan kompetensi kepala sekolah. Karena itu, pelatihan yang digagas K3S dinilai sangat membantu mendukung pengembangan mutu pendidikan di daerah.
“Untuk tahun ini memang belum ada kegiatan serupa dari dinas,” pungkasnya.
