BONTANG – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Bontang, menargetkan delapan harapan utama melalui penyusunan booklet investasi.
Adapun delapan target itu, mulai dari meningkatkan kunjungan investor, mempercepat proses perizinan, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif di Kota Bontang.
Analis Kebijakan Ahli Madya, Bidang Penanaman Modal DPM-PTSP Kota Bontang, Karel menyampaikan, booklet tersebut disiapkan sebagai media promosi sekaligus panduan informasi bagi calon investor yang ingin menanamkan modal di Kota Taman.
“Harapan kami melalui booklet ini bisa meningkatkan inquiries dan kunjungan investor ke Bontang. Jadi investor lebih mudah melihat potensi daerah dan peluang usaha yang tersedia,” imbuhnya kepada media ini, Jumat (22/5/2026).
Menurut Karel, booklet juga disusun untuk mempercepat proses perizinan melalui penyajian informasi yang lebih lengkap dan mudah dipahami.
Dengan begitu, ia menilai, investor dapat mengetahui alur pelayanan dan regulasi yang berlaku sebelum memulai investasi.
“Kami juga ingin perkuat kemitraan perusahaan besar dengan UMKM lokal supaya dampak investasi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tambah dia.
Selain itu, pihaknya juga menargetkan peningkatan realisasi investasi sektor non industri berat. Pemerintah juga akan memasukkan sosialisasi regulasi terbaru terkait investasi dan perizinan ke dalam booklet tersebut.
Lanjutnya, pemerintah ingin mendorong lahirnya industri baru non migas dan kimia, khususnya sektor hilirisasi yang dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang di Bontang.
“Kawasan Peruntukan Industri Bontang Lestari juga diarahkan menjadi percontohan kawasan industri hijau di Kalimantan Timur,” terang Karel.
