BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang meminta Pertamina mempercepat distribusi BBM jenis Pertamax agar kelangkaan yang sempat terjadi beberapa waktu lalu tidak kembali terulang.
Permintaan itu disampaikan dalam rapat koordinasi distribusi BBM bersama Pertamina dan sejumlah pemilik SPBU di Kantor Wali Kota Bontang, Selasa (12/5/2026). Rapat dipimpin Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris didampingi sejumlah pejabat di lingkungan Pemkot.
Sebelumnya, BBM jenis Pertamax di Bontang sempat mengalami kekosongan selama dua hari pada akhir April 2026 lalu. Kondisi tersebut terjadi usai adanya kenaikan harga BBM solar non subsidi dan membuat masyarakat kesulitan mendapatkan bahan bakar.
Akibat kelangkaan itu, sebagian warga terpaksa membeli Pertamax secara eceran dengan harga yang jauh lebih mahal dibandingkan harga di SPBU maupun Pertashop.
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris menegaskan, Pemkot ingin distribusi BBM dilakukan lebih cepat dan terukur agar stok di daerah tetap aman serta tidak memicu kepanikan masyarakat.
“Kami inginkan pasokan aman. Karena di akhir April kemarin stok Pertamax sulit didapat. Pertamina harus bisa memastikan stok tetap terdistribusi dengan baik,” ujar Agus Haris.
Dalam rapat tersebut, pihak Pertamina disebut memastikan stok Pertamax untuk Kota Bontang dalam kondisi aman dan distribusi berjalan lancar.
“Mereka bilang aman tadi. Tapi kita lihat ke depannya,” sambung Agus Haris.
Sementara itu, upaya konfirmasi lanjutan kepada pihak Pertamina terkait penyebab keterlambatan distribusi Pertamax belum mendapat respons. Perwakilan Pertamina yang hadir dalam rapat diketahui masih melanjutkan pembahasan internal usai kegiatan berlangsung.
Dari pantauan di lapangan, distribusi Pertamax di sejumlah SPBU maupun Pertashop di Kota Bontang saat ini mulai kembali normal dan dapat diakses masyarakat tanpa antrean panjang seperti sebelumnya.
