Beli Kursi Pijat 125 Juta, Gubernur Kaltim: Itu Bukan Pemborosan Tapi Penunjang Kesehatan Pejabat

Redaksi Wy
2 Min Read

Kaltim – Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya angkat bicara terkait polemik pengadaan kursi pijat senilai Rp125 juta pada tahun anggaran 2025. Ia menegaskan bahwa fasilitas tersebut bukan pemborosan, melainkan bentuk dukungan terhadap aktivitas kerja dengan mobilitas tinggi.

Melansir laporan selasar.co, Rudy menjelaskan bahwa dirinya kerap melakukan perjalanan dinas jarak jauh bahkan hingga ribuan kilometer, dan tidak jarang mengemudikan kendaraan sendiri.

“Soal kursi pijat itu memang ada. Mungkin staf kasihan melihat gubernurnya. Saya bawa mobil sendiri untuk perjalanan hingga ribuan kilo,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Ia menggambarkan beratnya aktivitas sebagai kepala daerah di provinsi dengan wilayah yang luas seperti Kalimantan Timur. Menurutnya, perjalanan dinas sering dimulai sejak dini hari hingga larut malam.

“Kami kalau jalan, matahari belum terbit sudah berangkat, matahari sudah tenggelam pun belum sampai. Apalagi saya bawa mobil sendiri,” tambahnya.

Rudy menegaskan bahwa pengadaan kursi pijat tersebut telah melalui perencanaan anggaran resmi pemerintah dan bukan keputusan mendadak. Secara administratif, fasilitas itu disebut dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga:  Kala Dinasti Politik Rudy Mas'ud Jadi Omongan, Bermula dari Mobil Dinas Mewah

Menurutnya, kursi pijat tersebut berfungsi sebagai penunjang kesehatan untuk menjaga kondisi fisik di tengah intensitas kerja dan perjalanan darat yang tinggi.

Kebijakan ini pun menuai perhatian publik, seiring meningkatnya sorotan terhadap penggunaan anggaran daerah. Namun, pemerintah daerah menilai fasilitas tersebut masih dalam batas wajar sebagai bagian dari dukungan operasional pejabat dalam menjalankan tugasnya.

Share This Article