KUTAI TIMUR – Isu yang menyeret salah satu oknum pegawai Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur berdampak langsung pada kegiatan dinas. Program yang menyasar remaja bahkan sempat sepi tanpa peserta.
Kabar tersebut mencuat setelah beredar unggahan di media sosial yang menampilkan seorang pria yang disebut sebagai pegawai DPPKB tengah berpelukan dengan pria lain. Unggahan itu viral dan memicu sorotan public karena terindikasi LGBT atau pasangan sesame jenis.
Sekretaris DPPKB Kutim, Jumran, tidak menampik bahwa isu tersebut mencoreng citra institusi, terutama karena dinasnya berinteraksi langsung dengan masyarakat.
“Ini bukan hanya soal pribadi, tapi sudah menyangkut nama dinas dan pemerintah daerah,” ujarnya, Selasa (14/4).
Dampak paling terasa terjadi pada kegiatan Generasi Berencana (Genre). Rapat koordinasi yang digelar pada Maret lalu bahkan tidak dihadiri satu pun peserta.
“Sampai sore tidak ada yang datang. Kemungkinan karena kekhawatiran orang tua akibat isu yang beredar,” ungkapnya.
Menurut Jumran, isu tersebut juga menjadi perhatian saat kunjungan Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Kaltim dalam agenda monitoring dan pembinaan tenaga penyuluh KB/PLKB.
“Mereka menyinggung soal kedisiplinan. Hal-hal kecil saja bisa disanksi, apalagi yang berdampak luas seperti ini,” katanya.
Meski isu terus bergulir, hingga kini belum ada laporan resmi yang masuk. Namun, DPPKB menduga ada pihak yang dirugikan dalam kasus tersebut.
Jumran menegaskan, pihaknya tidak akan memberikan perlindungan jika oknum terbukti melakukan pelanggaran.
“Kalau terbukti, harus diproses. Kami tidak akan melindungi,” tegasnya. (*)
