BONTANG – Calon siswa yang tinggal satu RT dengan SMP Negeri 1 Bontang belum tentu lolos melalui jalur domisili SPMB 2026. Pasalnya, sistem seleksi sepenuhnya ditentukan berdasarkan radius jarak maksimal 400 meter dari titik koordinat sekolah.
Kepala SMPN 1 Bontang, Riyanto, menjelaskan masih banyak orang tua yang salah memahami aturan tersebut. Mereka mengira status satu RT sudah cukup, padahal penilaian berbasis peta digital.
“Walaupun satu RT, kalau jaraknya di luar 400 meter tetap tidak bisa masuk. Patokannya peta zonasi,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Riyanto menjelaskan, perhitungan jarak dilakukan dari titik koordinat sekolah yang berada di tengah lapangan. Sistem akan membentuk lingkaran radius untuk menentukan zona penerimaan.
“Hitungannya dari titik tengah sekolah, lalu memutar ke semua arah,” jelasnya.
Menariknya, kuota jalur domisili yang mencapai sekitar 40 persen justru kerap tidak terpenuhi setiap tahun.
Dari lebih 100 kuota yang tersedia, realisasi penerimaan hanya berkisar 40 hingga 50 siswa. Hal ini dipengaruhi keterbatasan wilayah permukiman di sekitar sekolah, terutama di sisi belakang yang relatif sepi.
“Setiap tahun selalu kurang, tidak pernah terpenuhi,” ungkapnya.
Informasi jalur domisili SMPN 1 Bontang 2026 ini penting dipahami orang tua agar tidak salah persepsi, karena seleksi murni berdasarkan jarak, bukan wilayah administrasi seperti RT.
