Samarinda – Aksi penikaman sadis yang diduga dipicu persoalan parkir terjadi di Jalan Gajah Mada, kawasan depan Teras Samarinda, Rabu (1/4/2026) malam sekitar pukul 19.46 WITA. Peristiwa ini terekam kamera CCTV dan memperlihatkan dua pelaku menyerang dua korban secara brutal.
Berdasarkan rekaman CCTV, insiden bermula saat kedua pelaku memanggil dua korban yang berada di sebuah gedung di lokasi kejadian. Tanpa rasa curiga, kedua korban kemudian turun untuk menghampiri pelaku.
Namun situasi tiba-tiba berubah mencekam. Salah satu pelaku langsung mengejar korban pertama yang masih berada di tangga sambil mengayunkan senjata tajam. Korban sempat berusaha menghindar dengan melompat ke samping, tetapi tetap terkena sabetan di bagian kaki kanan. Meski terluka, korban berhasil melarikan diri ke gedung di sebelahnya.
Sementara itu, korban kedua tidak sempat menyelamatkan diri. Ia diserang oleh pelaku lainnya hingga terduduk, lalu mengalami penikaman berulang kali. Upaya korban menangkis serangan dengan tangan kosong tidak mampu menghentikan aksi brutal tersebut. Pelaku pertama kemudian ikut bergabung, memperparah kondisi korban.
Setelah melancarkan aksinya, kedua pelaku langsung melarikan diri, meninggalkan korban dalam kondisi luka di lokasi kejadian.
Saksi mata bernama Rida mengaku melihat dua pelaku datang dan langsung menghampiri korban sebelum kejadian berlangsung. Namun, ia tidak mengenali identitas baik pelaku maupun korban.
Petugas kepolisian yang menerima laporan warga segera mendatangi lokasi dan mengevakuasi korban ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda untuk mendapatkan perawatan medis.
Anggota Samapta Polresta Samarinda, Aiptu Joko Wahyudi, menyampaikan bahwa kedua korban mengalami luka akibat senjata tajam.
“Korban ada dua orang, saat ini masih dalam perawatan. Salah satunya mengalami luka di tangan dan kaki,” ujarnya.
Polisi saat ini masih melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku. Dugaan sementara, insiden berdarah ini dipicu konflik terkait lahan parkir, mengingat korban dan pelaku diduga sama-sama berprofesi sebagai juru parkir di kawasan tersebut.
Hingga kini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif pasti serta mengidentifikasi dan menangkap pelaku.
