BONTANG – Bocah berumur sekitar 6 tahun dikabarkan tenggelam di destinasi wisata Pulau Beras Basah pada Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 09.45 Wita.
Saksi mata Ali Imran mengatakan, anak itu tenggelam dan akhirnya berhasil diselamatkan dengan pertolongan pertama Resusitasi Jantung Paru (RJP).
Setelah sadar sang anak diselamatkan dengan menggunakan oksigen yang dibawanya.
“Karena saya punya ilmu pertolongan pertama saya lakukan RJP beruntung anak bisa sadar,” ucapnya.
Korban pun sudah dibawa kembali ke pihak keluarga. Para pengunjung yang ada pun diminta untuk berhati-hati.
“Terlebih bagi orang tua yang bawa anak anak jangan sampai lepas pantauan,” sambungnya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang, memberikan klarifikasi terkait insiden anak nyaris tenggelam di kawasan wisata Pulau Beras Basah, Rabu sekitar pukul 10.00 WITA.
Korban diketahui bernama Safa (6), wisatawan asal Penajam. Peristiwa bermula, saat korban baru tiba bersama keluarganya dan langsung bermain air dengan sepupunya. Karena terlalu asyik berenang, korban sempat terlepas dari pengawasan paman yang mendampingi. Beruntung, kondisi tersebut cepat disadari setelah korban terlihat dalam keadaan lemas.
Pemandu wisata atau tour guide di lokasi kemudian bergerak cepat, melakukan pertolongan awal dan berkoordinasi dengan BPBD Kota Bontang.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bontang, Usman melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Ismail menjelaskan, bahwa arahan penanganan darurat langsung diberikan.
“Kami arahkan agar korban dibawa ke tempat teduh, tidak dikerumuni, diberi ruang udara, kemudian dimiringkan dan diberikan bantuan napas,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Setelah mendapat penanganan awal, korban segera dievakuasi menggunakan speedboat guide wisata dan disambut tim BPBD bersama ambulans PSC untuk selanjutnya dibawa ke fasilitas kesehatan.
“Yang menangani korban adalah relawan atau guide wisata yang kami pernah berikan pelatihan,” kata Ismail.
Ia juga beberkan, terkait tidak adanya petugas BPBD di lokasi saat kejadian. Karena, seluruh personel sedang berada di markas komando karena hari pertama masuk kerja.
Lanjutnya, pada hari kerja BPBD biasanya tidak menempatkan personel di lokasi wisata, kecuali saat akhir pekan.
“Surat perintah kami berjaga sejak pagi hanya sampai 24 Maret. Hari ini semua personel kembali ke kantor,” tambah dia.
Meski begitu, BPBD tetap siaga dan koordinasi dengan relawan atau giude wisata meski tak di lokasi.
“Alhamdulillah korbannya selamat setelah guide wisata di Beras Basah koordinasi dengan kami terkait cara penanggulangannya,” jelasnya.
