4 Inspirasi Menu Sahur yang Praktis, Sehat, dan Mengenyangkan

Redaksi Radarkaltim
2 Min Read

SAHUR adalah “bahan bakar” utama yang menentukan seberapa produktif hari puasa. Melewatkannya atau makan asal-asalan seringkali menjadikan lemas, kepala pusing, dan tidak fokus sepanjang hari.

Namun, melawan rasa kantuk di pagi buta untuk menyiapkan hidangan yang rumit adalah perjuangan tersendiri. Namun, Anda tidak perlu menghabiskan waktu berjam-jam di dapur.

Cukup dengan memilih kombinasi bahan yang tepat, Anda bisa menciptakan menu sahur yang super praktis, sehat, dan yang terpenting, mengenyangkan lebih lama.

Berikut 4 ide menu sahur andalan yang akan menjaga energi tetap penuh hingga magrib.

1. Capcay

Capcay dapat menjadi alternatif hidangan sahur yang menyehatkan badan. Dalam satu porsi sayur capcay saja, Anda sudah bisa menemukan beragam jenis tumisan sayur dan potongan daging.

Potongan sayur dan daging ini dapat memenuhi kebutuhan protein dan serat Anda. Selain itu, capcay juga mengandung vitamin A dan C yang dibutuhkan tubuh.

2. Sup Sayuran
Semangkuk sup sayuran yang hangat pastinya nikmat disantap saat sahur. Tidak hanya itu, cara membuatnya juga sangat mudah.

Baca Juga:  Daftar Kabupaten/Kota dengan Biaya Hidup Tertinggi di Kalimantan Timur

Anda cukup memasukkan berbagai jenis sayuran ke dalam kuah kaldu di panci, lalu tambahkan bumbu racikan Anda. Menu ini mengandung banyak vitamin, mineral, dan serat, serta rendah lemak dan kalori.

3. Telur Orak-arik

Meski lauknya simpel, Anda bisa dapat banyak nutrisi dari telur. Mulai dari protein, kalsium, hingga berbagai vitamin seperti vitamin A, B3, B12, D, EK, K, dan B6.

Kandungan protein dalam telur bisa mambuat kita merasa kenyang lebih lama.

4. Tumis Brokoli dan Udang

Tidak perlu lama-lama, Anda hanya perlu menumis brokoli, udang, bawang putih dengan gula, garam, merica, dan bumbu penyedap. Lalu, jadilah menu sahur sehat dan lezat.

Dari segi gizi, brokoli mengandung banyak vitamin, serat, dan antioksidan. Serat bisa membuat perut kenyang lebih lama karena proses pencernaannya lebih lambat.

Share This Article