39 Satwa Kaltim Diselamatkan dari Dampak Kemarau dan Karhutla

Redaksi Wy
3 Min Read

SAMARINDA – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur menyelamatkan 39 individu satwa liar yang terdampak kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang Agustus-September 2026.

Kepala BKSDA Kaltim M Ari Wibawanto mengatakan, upaya penyelamatan dilakukan secara terpadu bersama sejumlah mitra konservasi melalui 30 laporan kegiatan.

“Upaya penanganan terpadu ini dijalankan secara intensif oleh tim BKSDA Kaltim bersama mitra konservasi melalui tiga puluh laporan kegiatan,” kata Ari di Samarinda, Selasa.

Operasi penyelamatan tersebut berlangsung di tujuh wilayah di Kaltim, yakni Samarinda, Kutai Kartanegara (Kukar), Kutai Timur (Kutim), Kutai Barat (Kubar), Berau, Bontang, dan Paser.

Dari puluhan satwa yang diselamatkan, sebanyak 19 individu orangutan Kalimantan menjadi satwa dengan jumlah terbanyak.

Selain itu, BKSDA Kaltim mencatat enam trenggiling, lima kukang, tiga lutung kelabu, serta dua ekor elang.

Tim medis juga mengevakuasi masing-masing satu individu beruang madu, bekantan, tarsius, dan lutung merah yang terdampak kerusakan vegetasi habitat.

Penanganan terhadap satwa dilakukan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing individu. Langkah yang ditempuh meliputi rehabilitasi, translokasi, evakuasi hingga penitipan satwa.

Baca Juga:  Cuaca Kaltim 8 April 2026: Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Terjadi

“Proses rehabilitasi dilakukan pada fasilitas khusus PRO COP, PRS CAN Borneo, serta PRO BOSF Samboja Lestari guna memulihkan fisik satwa,” tutur Ari.

Sementara itu, satwa yang dinilai memungkinkan untuk dilepasliarkan atau ditranslokasikan diarahkan menuju kawasan yang dinilai aman, seperti Cagar Alam Muara Kaman Sedulang dan Hutan Lindung Batu Mesangat.

Salah satu penanganan khusus dilakukan Wildlife Rescue Unit BKSDA Kaltim terhadap 11 individu orangutan di kawasan Sekolah Hutan Yayasan Jejak Pulang, KHDTK Samboja.

Belasan orangutan tersebut dievakuasi menuju kandang karantina Kilometer 38.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menghindarkan orangutan dari paparan kabut asap akibat karhutla yang terjadi di sekitar kawasan.

“Evakuasi sebelas orangutan menuju kandang karantina Kilometer 38 dilakukan guna menghindarkan primata langka dari pajanan pekat kabut asap karhutla,” kata Ari.

BKSDA Kaltim menilai kondisi habitat menjadi salah satu faktor penting yang harus diperhatikan ketika terjadi kekeringan maupun karhutla. Kerusakan vegetasi dapat mengurangi sumber pakan dan mengancam keselamatan satwa liar.

Untuk mempercepat penanganan apabila masyarakat menemukan satwa liar yang membutuhkan pertolongan, BKSDA Kaltim menyediakan layanan call center penyelamatan satwa liar di nomor 0821-1333-8181.

Baca Juga:  Bocah Penghuni Panti Asuhan di Balikpapan Meninggal Dunia, Polisi Selidiki Dugaan Perkelahian Sebelumnya

Masyarakat diimbau segera melapor apabila menemukan satwa liar yang terluka, terjebak, atau membutuhkan penanganan medis.

“Masyarakat yang menemukan satwa liar membutuhkan pertolongan medis diimbau segera melapor melalui saluran siaga panggilan resmi BKSDA,” kata Ari.

BKSDA Kaltim bersama mitra konservasi dan instansi terkait terus memperkuat koordinasi untuk memastikan satwa liar terdampak bencana dapat segera mendapatkan pertolongan serta menjaga keberlanjutan ekosistem satwa endemik di Kalimantan Timur.

Share This Article