SAMARINDA – Aksi dugaan penipuan dengan modus pura-pura ditabrak kembali meresahkan warga di Samarinda. Kali ini, kejadian disebut terjadi di kawasan Simpang Remaja dan viral setelah rekaman CCTV serta pengakuan korban beredar luas di media sosial hari ini (07/05/2026).
Dalam video CCTV berdurasi sekitar 30 detik yang beredar , terduga pelaku terlihat mendekati korban lalu menuduh korban telah menabraknya. Pelaku kemudian meminta ganti rugi atas lampu kendaraan yang diklaim pecah akibat insiden tersebut.
Padahal, berdasarkan rekaman CCTV yang tersebar, tidak terlihat adanya benturan antara kendaraan korban dan pelaku. Meski demikian, korban disebut tetap diminta mengganti kerusakan sebagai jalan damai.
Korban bahkan mengaku mengalami intimidasi saat kejadian berlangsung. Berdasarkan unggahan percakapan yang turut beredar, korban menyebut dirinya diancam akan ditusuk oleh pelaku sambil pelaku mengangkat bajunya untuk memperlihatkan bagian pinggang.
“Pas minggir itu diancam mau ditusuk sambil angkat-angkat baju,” tulis pengakuan korban dalam pesan yang viral di media sosial.
Korban juga mengaku panik sehingga memilih menuruti permintaan pelaku dan menyerahkan uang sebesar Rp390 ribu untuk mengganti kaca lampu depan yang disebut pecah.
Menariknya, korban mengungkapkan bahwa setelah uang ditransfer, kondisi lampu kendaraan pelaku justru terlihat kembali normal. Hal itu membuat korban semakin yakin bahwa kejadian tersebut merupakan modus penipuan yang telah direncanakan.
Dalam narasi yang beredar, korban lain juga disebut sudah banyak mengalami kejadian serupa di lokasi berbeda. Bahkan, muncul dugaan bahwa aksi tersebut dilakukan secara berkelompok.
Warganet pun meminta aparat kepolisian segera turun tangan menindaklanjuti kasus tersebut karena dinilai sudah sangat meresahkan pengendara, khususnya di wilayah Samarinda.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada saat berkendara, terutama ketika menghadapi situasi mencurigakan di jalan. Pengendara juga disarankan menggunakan dashcam atau kamera kendaraan sebagai alat bukti apabila mengalami kejadian serupa.
