BONTANG – Unit Kemoterapi RSUD Taman Husada Bontang menerapkan dua sistem penjadwalan layanan untuk mengatur pasien yang akan menjalani kemoterapi.
Selain menggunakan pencatatan secara manual, rumah sakit juga memanfaatkan sistem digital berbasis spreadsheet yang hanya dapat diakses oleh tim pelayanan.
Perawat Unit Kemoterapi RSUD Taman Husada Bontang, Andi Suryani menjelaskan, hingga saat ini pencatatan jadwal masih dilakukan secara manual. Namun untuk memudahkan koordinasi, pihaknya juga menyiapkan lembar penjadwalan berbasis spreadsheet agar informasi ketersediaan jadwal dapat dipantau secara real time oleh tim yang berwenang.
“Kalau jadwal kita masih manual. Cuma kami juga siapkan link spreadsheet. Spreadsheet itu bisa diakses dari mana saja, tapi hanya oleh tim kami, termasuk dokter penanggung jawab,” katanya.
Kata dia, melalui sistem tersebut, dokter penanggung jawab dapat melihat jumlah kapasitas layanan sebelum menjadwalkan pasien menjalani kemoterapi. Dengan begitu, penempatan jadwal dapat disesuaikan agar tidak terjadi penumpukan pasien dalam satu waktu.
Pun penanggung jawab, seperti Dokter Johan dan Dokter Novi, dapat memeriksa terlebih dahulu apakah jadwal layanan masih tersedia atau sudah penuh. Jika masih terdapat kuota, proses penjadwalan selanjutnya akan diteruskan kepada petugas Unit Kemoterapi untuk diproses.
“Jadi, saat pasien mau direncanakan kemoterapi, dokter akan lihat di lembar penjadwalan lagi penuh apa tidak,” tambahnya.
Lanjutnya, ia menilai penerapan dua sistem penjadwalan tersebut mampu meningkatkan koordinasi antarpetugas sekaligus membantu mengoptimalkan pelayanan kemoterapi.
Sistem manual tetap digunakan sebagai pencatatan utama, sedangkan spreadsheet berfungsi sebagai media pemantauan bersama bagi tim pelayanan sehingga proses penjadwalan menjadi lebih teratur dan efisien.
“Intinya, penjadwalan pasien dilakukan melalui spreadsheet dan juga secara manual,” terang Andi Suryani.
